jpnn.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengecam peristiwa matinya seekor gajah yang ditemukan dalam kondisi tanpa kepala di kawasan konsesi milik PT RAPP, Riau.
"Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan dan melukai rasa kemanusiaan kita,” ujar Raja Juli ditemui awak media di kantor Kemenhut, Jakarta, Senin (9/2).
BACA JUGA: Pembunuhan Gajah Sumatra Dikecam, Jaringan Pemburu akan Dikejar
Eks Wakil Kepala Otorita IKN itu mendorong kepolisian di Riau untuk mengusut tuntas kasus gajah tewas dimutilasi.
“Saya sudah telepon langsung Bapak Kapolda Riau. Beliau sudah turun ke lapangan bersama kepala balai kami untuk menginvestigasi kasus ini,” lanjut Raja Juli.
BACA JUGA: Polda Riau Buka Posko Aduan Terkait Kematian Gajah
Menhut menekankan pesan tegas bahwa pelaku harus ditindak tanpa kompromi, seraya berharap kasus ini menjadi yang terakhir.
“Pesan saya sangat kuat dan jelas, kalau ketemu kami tidak kasih ampun. Saya harap ini adalah kejadian terakhir ada pemburuan liar terhadap gajah di Indonesia,” katanya.
BACA JUGA: Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK, Anggota DPR Ini Membela
Raja Juli mengatakan pihak Kemenhut siap bekerja sama dengan kepolisian dalam mengusut pelaku mutilasi gajah.
“Sekali lagi kami akan bekerja keras dengan Kapolda dan kepolisian mencari siapa orang di belakang pembunuhan ini, yang sangat sadis dan jelas melanggar nilai-nilai dasar kemanusiaan kita,” lanjut eks Wakil Menteri ATR/BPN itu.
Menhut menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi satwa langka sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia.
“Tidak ada ampun bagi siapa pun yang masih melakukan pemburuan liar terhadap satwa langka di Indonesia,” pungkasnya. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




