Jakarta, tvOnenews.com - Puluhan warga di wilayah Jepara, Jawa Tengah mengikuti pelatihan olahan limbah kayu dalam upaya mewujudkan ekonomi mandiri.
Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta tersebut digelar atas kolaborasi Bangun kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq, NRC, dan Gentanala.
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasinya seluruh pihak yang ikut andil dalam kegiatan pelatihan ini.
Menurutnya peserta diajarkan pembuatan holder ponsel dan gantungan kunci resin dari bahan limbah kayu serta pendampingan maupun pemasaran digital.
"Senang rasanya bisa berkolaborasi. Semoga program ini menjadi langkah awal untuk kolaborasi berikutnya. Hal ini memang menjadi fokus kami sejak lama, untuk memberdayakan potensi bangsa, termasuk perempuan, anak muda, penyandang disabilitas dan masyarakat desa,” kata Sandiaga Uno kepada awak media, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Sandiaga Uno menjelaskan limbah kayu dipilih mengingat wilayah Jepara yang banyak menjadi pusat kerajinan kayu.
Sementara itu, perwakilan NRC, Wawan mengungkap inovasi produk dari limbah kayu penting digerakkan mengingat nilai ekonomi yang dapat dihasilkan.
"Dengan dibantu Mas Reza, peserta dapat belajar menghasilkan karya-karya baru. Harapan kami, peserta terus mengembangkan produk inovatif di lingkungan mereka," ujarnya.
Di sisi lain, seorang mentor pelatihan yakni Reza memberikan contoh jam tangan yang diolah dari limbah kayu.
Dirinya menjelaskan merek Gentanala yang dibangunnya fokus memanfaatkan limbah kayu menjadi produk bernilai tinggi, seperti kotak, jam tangan, case handphone, dan aksesoris lainnya.
"Limbah kayu jati yang biasanya terbuang bisa diolah kembali, menghasilkan produk bernilai jual tinggi, bahkan diekspor. Ini juga turut menjaga lingkungan karena limbah tidak dibakar atau dibuang,” kata Reza.(raa)




