Incar Solusi Pangan, Pupuk Indonesia Siapkan Dana Inovasi Rp2 Miliar bagi Peneliti dan Startup

matamata.com
13 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat ekosistem inovasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025. Ajang ini berhasil menjaring 1.620 inovator, mulai dari kalangan peneliti, profesional, pelaku startup, hingga mahasiswa dari dalam dan luar negeri.

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen strategis untuk membangun pipeline riset yang relevan dengan tantangan industri pupuk dan pertanian nasional.

“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Jamsaton dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (10/2/2026).

Empat Kategori Strategis Dalam pelaksanaannya, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI). Program ini dirancang sebagai platform open innovation untuk menyerap gagasan transformatif di empat kategori utama:

Precision Agriculture & Digital Farming: Fokus pada efisiensi budidaya.
Climate Resilience & Sustainable Fertilizer: Adaptasi perubahan iklim dan pupuk berkelanjutan.
AI-Driven Agri Supply Chain: Digitalisasi rantai pasok pupuk.
Process & Plant Engineering: Keandalan fasilitas produksi.

Jamsaton menjelaskan bahwa keempat kategori tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri dari hulu hingga hilir, mulai dari teknis di lapangan hingga distribusi di pasar.

Peluang Kolaborasi Senilai Rp2 Miliar Tak sekadar kompetisi, para pemenang berkesempatan mendapatkan peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan. Pupuk Indonesia menyiapkan dukungan hingga senilai Rp2 miliar agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri.

"Kami percaya inovasi dari FertInnovation akan berkontribusi nyata meningkatkan efisiensi produksi, ketahanan distribusi, serta produktivitas pertanian nasional," tambah Jamsaton.

Melalui pendekatan open innovation ini, Pupuk Indonesia menegaskan perannya sebagai innovation enabler di sektor agribisnis, sekaligus mempercepat hilirisasi riset guna menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat luas. (Antara)

Baca Juga
  • Zee Asadel Bongkar Luka Mendalam di Film 'Jangan Seperti Bapak'

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy: Rapim TNI-Polri di Istana Perkuat Visi Jaga Stabilitas Negara
• 23 jam laluokezone.com
thumb
PKB dan PAN Dukung Prabowo Dua Periode, PKS: Belum Ada Pembahasan
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Adik Raja Charles Terseret Epstein Files, Polisi Inggris Pertimbangkan Penyelidikan
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Kecewa Penanganan Banjir Pekalongan Lamban, Ratusan Warga Pekalongan Unjuk Rasa
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kabar Buruk untuk John Herdman, PSSI Tak Beri Restu Naturalisasi Pemain Baru Jelang FIFA Series 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.