JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana pagi yang semula lengang di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, berubah menjadi duka, Senin (9/2/2026). Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan lalu lintas sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban berinisial A (16) diduga mengendarai sepeda motor dalam perjalanan menuju sekolah. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah dan tergeletak di badan jalan.
Ardi, warga sekitar, mengaku pertama kali melihat korban saat keluar dari gang menuju Jalan Matraman Raya. Menurut dia, kondisi jalan saat itu relatif sepi.
"Sepi, engggak ada orang sepi, saya keluar dari sana (gang) ke jalan raya sudah ngegeletak aja. Terus ada dua orang pengendara yang menyetop kendaraan lain (biar enggak nabrak)," kata Ardi, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Kronologi Pelajar Tewas Kecelakaan akibat Jalan Berlubang di Matraman
Ardi menduga kondisi jalan yang tidak rata, seperti lubang atau tambalan aspal, menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan di lokasi tersebut.
"Sudah sering sih (kecelakan), mungkin karena tembelan (jalan berlubang) ini ya, agar rawan. Iya korban masih sekolah pakai seregam," jelas Ardi.
Ingin mandiri
Aldo, kakak A, menyebut kabar kecelakaan sang adik pertama kali diketahui oleh ibunya.
"Ibu tahu dari tetangga, itu tetangga bilang kalau ada kecelakan pakai jaket biru (almamaternya)," kata Aldo
Aldo mengatakan, sehari-hari A berangkat ke sekolah seorang diri naik sepeda motor. Keputusan itu diambil karena sang adik ingin belajar mandiri.
"Tiap hari naik motor sendiri. Sebelum ada motor memang saya yang anterin, katanya mau mandiri akhirnya dibeliin motor. Akhirnya (mengendarai) sendiri," jelas Aldo.
Kronologi kejadian
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan, korban saat itu melaju dari arah Kampung Melayu menuju Senen, Jakarta Pusat.
"Kemudian mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal diduga karena terkena lubang dan berkendara tidak menggunakan helm," jelas Ojo saat dikonfirmasi.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala hingga meninggal dunia.
"Pengendara mengalami luka pada bagian wajah dan kepala, kemudian meninggal dunia di TKP. Selanjutnya dievakuasi ke RS Polri Jakarta Timur," tuturnya.
Atas kejadian ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan permohonan maaf. Apalagi, kecelakaan diduga akibat jalan berlubang yang sebelumnya telah ditambal.