Wall Street Menguat, Saham Teknologi Bangkit Usai Aksi Jual Terkait AI

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat pada perdagangan di Senin (9/2). Penguatan dipimpin oleh saham teknologi yang mulai pulih usai aksi jual tajam pekan lalu akibat kekhawatiran seputar kecerdasan buatan (AI).

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,04% ke 50.135,87. S&P 500 menguat 0,47% ke 6.964,82. Sementara Nasdaq Composite melonjak 0,90% ke 23.238,67.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan 4 Saham

Sektor teknologi mencatat kenaikan lanjutan setelah terpukul pada pekan sebelumnya. Saham Oracle menguat saham tersebut mendapatkan kenaikan rekomendasi dari netral menjadi buy dari D.A. Davidson.

Sentimen positif juga datang laporan terkait dengan OpenAI. Produk perusahaan tersebut dilaporkan kembali mencatat pertumbuhan pengguna lebih dari sepuluh persen per bulan. Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap prospek sektor dari AI.

Kepala Investasi Truist Advisory Services, Keith Lerner menilai pasar teknologi sebelumnya berada dalam kondisi jenuh jual. Ia mengatakan kabar positif kecil sudah cukup untuk mendorong pemulihan, mengingat tekanan pada saham teknologi dan perangkat lunak pekan lalu dinilai berlebihan.

Meski demikian, indeks saham perangkat lunak masih berada sekitar tiga belas persen di bawah level sebelum aksi jual besar yang dimulai pada akhir dari Januari. Sebaliknya, sektor teknologi secara keseluruhan hanya sekitar tiga persen di bawah posisi sebelum tekanan pasar.

Ke depan, investor menanti rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) bulan lalu yang dijadwalkan rilis pada Rabu. Pasar juga menanti data indeks harga konsumen (CPI) bulan lalu yang akan dirilis Jumat.

Baca Juga: Kinerja Bisnis Solid, Saham ELSA Sentuh Rekor Tertinggi Sejak IPO

Investor saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini akan terjadi pada Juni. Hal itu bertepatan dengan potensi pergantian kepemimpinan dari Kevin Warsh di Federal Reserve (The Fed).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
ELPI Pastikan Keterbukaan Informasi Terkait UMA dan Suspensi Saham
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Air Canada Hentikan Penerbangan ke Kuba Akibat Krisis Bahan Bakar yang Makin Parah
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Pelatihan Observasi Hilal Dibuka, Kemenag Ajak Konten Kreator dan Influencer Kuasai Hisab Rukyat
• 11 jam laludisway.id
thumb
Petunjuk dari Arah Angin serta Jejak Kaki dan Kotoran Onta Bantu Julian Johan di Reli Dakar 2026
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
TNI Mulai Latih Prajurit untuk Pasukan Perdamaian Gaza
• 20 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.