jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengusulkan reaktivasi atau pengaktifan kembali Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) otomatis sementara selama tiga bulan.
Hal itu kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, sambil memvalidasi data para penerima, merespons penonaktifan kepesertaan 11 juta Penerima Bantuan Iuran-Jaminan Kesehatan (PBI JK).
BACA JUGA: Kemenkes Pastikan Tidak Ada Lagi Pasien Cuci Darah Ditolak RS
"Kenapa kami usulannya ini sebentar saja? Tiga bulan ini benar-benar divalidasi kembali ini bisa BPS, bisa dengan Pemda dan Kemensos memvalidasi benar gak sih ini miskin atau tidak," kata Budi dalam rapat bersama DPR, Senin (9/2).
Dia mengatakan bahwa dari 11 juta orang yang JKN-nya dicabut, ada sekitar 120 ribu peserta dengan riwayat penyakit katastropik, dan ada 12 ribuan pasien hemodialisis atau cuci darah yang terdampak.
BACA JUGA: Begini Janji Kemensos soal Pasien Cuci Darah yang Ditolak RS
Ada total sekitar 200 ribuan pasien cuci darah, dan, setiap tahunnya bertambah 60 ribu pasien cuci darah baru.
"Tanpa penanganan segera, yakni cuci darah 2-3 kali seminggu, para pasien ini bisa meninggal," katanya.
Penanganan penyakit-penyakit katastropik lainnya, kata Budi, perlu diperhatikan, seperti kemoterapi untuk pasien kanker, obat untuk penyakit jantung, dan infus untuk anak yang menderita thalassemia.
Oleh karena itu, dia menilai reaktivasi ini penting guna memastikan orang yang membutuhkan benar-benar dilayani negara.
Budi mengatakan, reaktivasi ini dapat dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Sosial.
"Dan kalau ditanya biayanya berapa, Bapak-Ibu, kan tadi 120 ribu (orang) kalau kali 42 ribu PBI sebulan paling Rp 5 miliar. Jadi kita minta kalau bisa Rp 15 miliar lah dikeluarkan untuk otomatis mereaktivasi," katanya.
Budi mengatakan, selama periode validasi dalam tiga bulan itu, dapat dikomunikasikan ke publik bahwa PBI JK diberikan untuk yang benar-benar membutuhkan.
Dengan sistem reaktivasi otomatis ini, ujarnya, penerima manfaat tidak perlu repot-repot ke fasilitas kesehatan untuk mengaktifkan kepesertaannya lagi.
Diketahui, pasien cuci darah peserta BPJS Kesehatan di beberapa daerah mendadak viral, lantaran mereka tidak bisa melakukan cuci darah di rumah-rumah sakit.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi pasien cuci darah yang sempat diblokir akan segera diaktifkan kembali.
Agus Jabo menegaskan layanan kesehatan bagi pasien cuci darah tidak boleh terhambat, terlebih bagi warga yang terdampak bencana dan kini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPJS Kesehatan untuk mempercepat proses aktivasi kembali.
“Ini saya sampaikan khusus untuk pasien cuci darah. Kita akan segera melakukan reaktivasi kembali. Kami sedang berkoordinasi dengan Kemenkes dan BPJS,” kata Wamensos Agus Jabo.
Agus Jabo juga meminta seluruh rumah sakit agar tetap memberikan layanan kepada pasien cuci darah, meskipun kepesertaan BPJS Kesehatan mereka sempat diblokir. “Saya minta pihak rumah sakit tidak boleh menolak pasien cuci darah, karena yang kemarin diblokir itu akan segera direaktivasi kembali,” ujar Agus Jabo.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




