JAKARTA, KOMPAS.TV - Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Presiden Prabowo Subianto menjadikan temuan survei yang menunjukkan sekitar 19,3 persen publik belum puas terhadap kinerja pemerintah sebagai bahan evaluasi atau self correction.
Hal itu disampaikan Dahnil dalam wawancara program Sapa Indonesia Pagi di KompasTV, Selasa (10/2/2026), menanggapi rilis survei Indikator Politik Indonesia terkait persepsi publik terhadap pemerintahan.
“Pak Prabowo selalu menyampaikan beberapa istilah beliau itu self correction. Makanya ketika melihat survei yang dilakukan oleh Indikator ini, yang dilakukan oleh Partai Gerindra, Pak Prabowo itu adalah self correction yang 19 persen itu,” ujar Dahnil.
Baca Juga: Survei Indikator Politik: 79,9 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo
Menurut dia, capaian tingkat persetujuan publik yang mendekati 80 persen merupakan sinyal positif bagi pemerintah.
"Capaian hampir 80 persen approval rating dari publik itu adalah sesuatu yang positif dan jalan positiflah untuk menuju perbaikan-perbaikan yang lebih masif di masa yang akan datang," imbuhnya.
Kendati demikian, kelompok masyarakat yang belum puas justru menjadi catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti.
“Namun tentu catatan yang paling penting diperhatikan adalah yang 19 persen itu dan deretan masalah-masalah yang anggaplah itu beberapa hal yang harus diakselerasi, diperbaiki oleh pemerintahan Pak Prabowo. Itu menjadi perhatian khusus beliau,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia itu.
Dahnil menuturkan evaluasi terhadap berbagai catatan publik tersebut kerap dibahas dalam rapat internal, baik di tingkat kabinet maupun dalam pertemuan partai.
Baca Juga: Survei Indikator: 61 Persen Publik Nilai Implementasi MBG Tidak Bersih dari Korupsi
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- survei indikator prabowo
- gerindra tanggapi survei
- approval rating prabowo
- dahnil anzar simanjuntak
- prabowo subianto
- indikator politik indonesia




