Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara usai dirinya mendapat protes dari warga. Dimana warga memprotes soal jembatan Sasak Geulis yang sudah lima tahun lamanya rusak akan tetapi tak kunjung diperbaiki.
Sebelum Dedi Mulyadi angkat bicara, warga menggelar aksi protes dengan memasang spanduk di sekitar Jembatan Sasak Geulis di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Yakni tepatnya pada Sabtu (7/2/2026).
Usut punya usut, hal itu dilakukan warga sebagai bentuk rasa kekecewaan. Pasalnya sudah sejak tahun 2001 tahun jembatan tak kunjung mendapat perbaikan.
Alhasil, jembatan hanya ditopang bailey sebagai solusi sementara. Padahal, keberadaan sarana tersebut amat diperlukan warga.
Bukan tanpa alasan, pasalnya hampir setiap hari pengendara mengakses jembatan tersebut. Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi angkat bicara.
Melalui video unggahan di Instagram pribadinya, Dedi mengatakan ia sudah mendengar soal warga yang memprotesnya itu. Ia juga tak menampik bahwa jembatan atau Sasak Geulis itu merupakan akses jalan Provinsi Jawa Barat.
Itulah sebabnya, Dedi Mulyadi berjanji akan segera melakukan perbaikan jembatan Sasak Geulis. Dan mengaku untuk dananya sudah dianggarkan pada tahun 2026 ini.
“Tahun ini sudah dianggarkan untuk pembangunan jembatan baru,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa (10/2/2026).
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga membahas soal model untuk pembangunan jembatan tersebut. Pertama yakni masih sesuai dengan model saat ini, artinya tidak ada peninggian.
Dan apabila tak ada perubahan, Pemprob Jabar akan mengalokasikan diperkirakan akan memakan anggaran Rp 60 miliar. Kendati demikian, Dedi menjelaskan pihaknya sempat mendapat saran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar jembatan tersebut ditinggikan.
Jika benar demikian, mau tidak mau anggaran akan dinaikkan menjadi Rp 100 miliar. Meski begitu, Dedi mengusahakan pembangunan jembatan itu tetap dilaksanakan tahun 2026 ini.
Sementara itu, sebelum Dedi Mulyadi angkat bicara soal pembangunan, sang gubernur sempat meminta maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan penanganan jembatan tersebut.
Dan mengaku berterima kasih atas kritik dari warga hingga akhirnya ia bisa mengetahui kejadian tersebut.
“Terima kasih atas kritik warga dan mohon maaf apabila penanganan jembatan tersebut mengalami keterlambatan,” ujar Dedi Mulyadi.
Terakhir, Dedi menegaskan Pemprov Jawa Barat terus berkomitmen melakukan yang terbaik bagi warga Jabar. (*)
Artikel Asli




