Air PAM Tangerang Berwarna Coklat Imbas Sungai Cisadane Tercemar Pestisida

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Warga Keroncong, Kota Tangerang mengeluhkan air bersih atau air pam berwarna coklat imbas pencemaran Sungai Cisadane, Selasa (10/2/2026).

Warga Keroncong bernama Hasan (35) mengatakan air pam di rumah sempat mati sekitar pukul 01.00 WIB.

Air pam kembali mengalir pukul 07.00 WIB tapi berwarna coklat.

"Waktu mau berangkat kerja pas buka keran airnya jadi warna coklat. Sudah pakai saringan keran tetap saja airnya keruh," ucap Hasan saat dikonfirmasi, Selasa.

Baca juga: Sungai Cisadane Berbusa dan Ikan Mati Usai Kebakaran Pabrik Kimia di Tangsel

Menurut dia, Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang juga tidak menginformasikan sebelum mematikan air pam.

Biasanya BUMD Tangerang tersebut biasanya memberitahu kepada warga jika terjadi gangguan layanan PDAM.

"Biasanya kalau air pam mati ada pemberitahuan, ini tiba-tiba cek di akun Instagram Perumda Tirta tidak ada wilayah yang terdampak," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana mengatakan pihaknya menghentikan sementara seluruh operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) karena pencemaran sungai Cisadane.

"Saat ini pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali," kata Joko dikutip dari Antara, Selasa.

Baca juga: Petugas Damkar Alami Gatal Kulit-Sesak Napas Usai Padamkan Kebakaran Gudang Pestisida

Dia mengatakan kejadian pencemaran air baku sungai Cisadane akibat kebakaran gudang bahan kimia di Serpong Tangerang Selatan pada Senin (9/2/2026).

Air baku sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah seluruh IPA Perumda TB stop operasi," katanya.

Kemudian, pukul 22.30 WIB, Perumda TB berkoordinasi ke pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu nomor 9 dan nomor 10 dengan tujuan limbah terbuang ke laut.

Hasil pemantauan di lapangan pukul 00.00 WIB, air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau.

"Kualitas air terus kami pantau secara fisika dan kimia per 30 menit. Pada pukul 05.00 air baku membaik dan IPA Perumda TB bertahap kami operasikan," ujarnya.

Baca juga: Penyebab Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel yang Cemari Sungai Cisadane dan Lingkungan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Perumda Tirta Benteng menegaskan seluruh air yang kini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia.

“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar, baik secara fisika maupun kimia,” ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persis Solo resmi umumkan kedatangan pemain serba bisa Dejan Tumbas
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Al Azhar Kairo Apresiasi Indonesia atas Komitmen Cetak Ulama Moderat di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Kecelakaan di Sidoarjo, Pemotor Masuk Kolong Truk
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Terdampak Pembangunan Tol Japek Selatan, Pemkab Bekasi Percepat Relokasi SDN Ciledug 03
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Transformasi 22 RS di daerah terpencil rampung 2026
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.