KOMPAS.com – Masa Angkutan Lebaran 2026 diprediksi akan menjadi salah satu yang paling menantang bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Dengan kalender libur yang unik, yaitu puncak arus mudik berimpitan dengan cuti bersama Nyepi, KAI tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun.
Pada Selasa (10/2/2026), KAI melaksanakan inspeksi lapangan melalui Kereta Api Inspeksi (Kais) di jalur utara Pulau Jawa.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, inspeksi Kais merupakan bagian dari langkah preventif dan pengendalian risiko untuk memastikan seluruh aspek pelayanan, operasional, dan keselamatan berada dalam kondisi siap menghadapi lonjakan mobilitas nasional.
“Angkutan Lebaran memiliki kompleksitas operasi yang tinggi. Melalui Kais, KAI memastikan kesiapan lintas, sarana, sumber daya manusia (SDM), serta pengamanan dilakukan secara menyeluruh berbasis kondisi lapangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Baca juga: Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Inspeksi Jalur Utara Jawa
Melalui KAIS, kata Anne, KAI tidak hanya memastikan kesiapan teknis, tetapi juga menyatukan persepsi dan soliditas seluruh insan KAI dan stakeholder.
“Fokus kami adalah menjaga keselamatan, keandalan perjalanan, dan kenyamanan pelanggan selama Angkutan Lebaran,” tuturnya.
Pada hari pertama Kais Jalur Utara, kegiatan difokuskan pada pembinaan jajaran pegawai di Stasiun Gambir, Stasiun Cirebon, serta Kantor Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang.
Selain itu, jajaran pimpinan dan stakeholder melakukan peninjauan langsung kondisi jalur melalui perjalanan KA inspeksi, sekaligus rapat pembahasan laporan kesiapan Angkutan Lebaran dari masing-masing daop yang dilalui.
Kegiatan Kais Jalur Utara diikuti Direktur Pengelola Sarana dan Prasarana KAI Heru Kuswanto, Direktur Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Catur Wicaksono, Kepala Sub-Komite Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Gusnaedi Rachmanas, serta Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono.
Baca juga: KAI Catat Jumlah Penumpang KA Jarak Jauh Mencapai 11,4 Juta pada 2025
KAI menegaskan, hasil inspeksi Kais menjadi dasar penguatan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret–1 April 2026 (22 hari), dengan posko angkutan pada 14–29 Maret 2026.
Puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan cuti bersama Nyepi.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan pada 24 Maret 2026, seiring berakhirnya cuti bersama Idul Fitri.
Hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, KAI mencatat 848.188 tiket KA reguler Lebaran 2026 telah terjual untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026.
Jumlah itu mencerminkan minat masyarakat yang terus bergerak positif seiring penerapan skema penjualan tiket bertahap H-45.
Selain kesiapan lintas dan sarana, KAI juga memperkuat aspek keselamatan dan pengamanan dengan menetapkan 179 lokasi Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) serta memetakan 217 titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban di seluruh jaringan operasi.
Baca juga: 793.681 Tiket KAI untuk Mudik Lebaran Ludes Terjual
Pengamanan didukung sekitar 8.900 personel internal dan sekitar 1.000 personel eksternal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), seta didukung pemanfaatan CCTV analytic, patroli jalur, dan penggunaan drone di titik-titik rawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



