Nama Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU) menjadi sorotan menyusul penganugerahan gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa/DHC) kepada Presiden ke-5 RI, Ibu Megawati Soekarnoputri, pada 9 Februari 2026.
Bukan sembarang kampus, PNU adalah simbol kemajuan pendidikan perempuan di tanah Arab. Kampus khusus perempuan terbesar di dunia ini memiliki 34 ribu mahasiswi aktif dari berbagai jenjang.
Berikut sekilas profil kampus PNU yang berlokasi di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, yang megah tersebut.
Nourah, Nama Saudari Pendiri Arab SaudiSejarah PNU tak lepas dari perhatian pemerintah Arab Saudi terhadap pendidikan tinggi bagi wanita yang dimulai pada tahun 1970. Saat itu, Kepresidenan Umum untuk Pendidikan Anak Perempuan meletakkan batu pertama perguruan tinggi pertama untuk perempuan.
Sejak saat itu, telah berdiri 102 perguruan tinggi lainnya mulai dari tingkat universitas hingga sekolah tinggi menengah dan komunitas, yang tersebar di 72 kota di Arab Saudi dan mencakup 600.000 mahasiswi.
Di Riyadh saja, enam perguruan tinggi didirikan, yaitu perguruan tinggi di bidang bahasa, sains, ilmu pendidikan, pekerjaan sosial, ekonomi rumah tangga, dan seni.
Pada tahun 2006, sebuah dekret kerajaan dikeluarkan untuk mendirikan universitas pertama bagi perempuan di Riyadh. Universitas di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan Tinggi itu bertujuan melayani pembangunan dan kemajuan Saudi.
Enam perguruan tinggi yang sudah ada di Riyadh kemudian direstrukturisasi dan beberapa fakultas baru didirikan. Universitas ini mulai beroperasi pada tahun 2007 dengan Dr. Al Jawhara bint Fahad Al Saud sebagai rektor pertamanya.
Nama universitas ini ditetapkan pada 29 Oktober 2008 oleh Raja Abdullah bin Abdulaziz sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Putri Nourah bint Abdulrahman. Putri Nourah merupakan saudara perempuan Raja Abdulaziz Al Saud—pendiri Kerajaan Arab Saudi.
20 FakultasSaat ini, PNU memiliki 20 fakultas yang dibagi menjadi beberapa bidang utama, yaitu:
Sains & Teknologi: Fakultas Komputer & Ilmu Informasi, Fakultas Sains, Fakultas Teknik.
Kesehatan: Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Keperawatan, Ilmu Kesehatan & Rehabilitasi.
Humaniora & Seni: Fakultas Seni & Desain, Fakultas Bahasa, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan.
Bisnis: Fakultas Administrasi Bisnis (termasuk program Ekonomi dan Akuntansi).
Pusat Bahasa: Institute of Arabic Language for Non-Arabic Speakers (khusus mahasiswi internasional).
Mengingat luasnya pusat pendidikan yang mencapai 8 juta meter persegi, kompleks kampus PNU memiliki sistem monorel sepanjang 11,5 km. Kereta tanpa masinis ini menghubungkan seluruh departemen/fakultas/perpustakaan dan asrama mahasiswi. Tak ayal, kampus PNU dikenal sebagai "kota di dalam kota”.
PNU juga memiliki perpustakaan pusat dengan koleksi 4,5 juta koleksi buku dengan sistem otomasi canggih, pusat medis dengan 700 tempat tidur, dan pusat inovasi pada riset kecerdasan buatan, nanoteknologi, dan keberlanjutan, sesuai visi Saudi 2030.
Dari segi peringkat, PNU menduduki ranking 731-740 secara global menurut QS World University Rankings. Times Higher Education (THE) di peringkat 401–500 dunia (naik dari tahun sebelumnya).
Peringkat Nasional di Arab Saudi ada di ranking 7, peringkat regional di wilayah Arab di ranking ke-33.
PNU juga mendapatkan akreditasi WHO sebagai universitas pertama yang diakui sebagai Health Promoting University.
PNU juga menawarkan beasiswa. Saat Megawati berkunjung ke PNU, dia sempat berbincang dengan 11 mahasiswi, perwakilan penerima beasiswa asal Indonesia.
Megawati merupakan tokoh di luar Arab Saudi yang mendapat DHC dari PNU. Sebelumnya, PNU menganugerahkan gelar serupa kepada istri dari Raja Salman bin Abdulaziz, yaitu Putri Fahda bint Falah Al Hathleen pada April 2025.





