KPK Usut Sumber Duit Suap untuk Pejabat Bea Cukai

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

KPK akan memanggil pihak importir yang menggunakan jasa kargo PT Blueray untuk meloloskan barang KW alias palsu hingga ilegal ke Indonesia. KPK mengatakan ada banyak barang yang masuk lewat jasa PT Blueray.

"Ya tentu. Itu nanti yang juga akan kami konfirmasi, kami akan mintai keterangan kepada pihak-pihak yang menjelaskan. Karena memang fungsi forwarder ini kan memfasilitasi kepada para importir agar bisa memasukkan barangnya. Sehingga memang kalau kita melihat, maka barang-barang yang dimasukkan beragam, tergantung importirnya importir barang apa, gitu ya," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).

Budi mengatakan, penyidik akan mendalami sumber uang yang digunakan bos PT Blueray untuk menyuap pejabat Bea Cukai. Dia mengatakan penyidik juga mendalami modus lain dalam meloloskan barang ke RI.

"Nah nanti kita akan minta penjelasan juga gitu kan. Karena dari situ kan ada uang yang dikeluarkan oleh forwarder ya untuk menyuap kepada oknum Bea Cukai. Nah ini uangnya dari mana juga, gitu kan," ujarnya.

Baca juga: KPK Dalami Jejak Pelarian Pemilik PT Blueray yang Sempat Kabur Saat OTT

Sebelumnya, KPK mengungkap barang KW atau palsu dan ilegal bisa masuk ke Indonesia gara-gara kasus suap pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. KPK menyebutkan suap itu membuat pengecekan tak dilakukan sesuai aturan.

Plt Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu awalnya mengungkap ada kesepakatan antara Kasi Intel Bea dan Cukai, Orlando Hamonangan, dan Kasubdit Intel Bea dan Cukai Sisprian Subiaksono dengan pemilik PT Blueray John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Andri, serta Manager Operasional PT Blueray Dedy Kurniawan pada Oktober 2025. Mereka diduga sepakat mengatur jalur importasi barang ke Indonesia.

KPK mengatakan Peraturan Menteri Keuangan mengatur dua jenis jalur dalam pelayanan pengawasan barang impor. Ada jalur hijau yang merupakan jalur pengeluaran barang tanpa cek fisik dan ada jalur merah yang merupakan jalur pengeluaran barang dengan cek fisik.




(kuf/haf)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tegur Tetangga Main Drum, Warga di Cengkareng Dianiaya | BORGOL
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Era Baru Bulu Tangkis Dunia Dimulai, Ini Rencana Besar BWF
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
5 Fakta Video Viral Lansia Dituduh Jukir Liar di Jakarta Utara, Ternyata Pensiunan Guru
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Mendag Budi Santosa Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Sukoharjo, Belum Ada Kenaikan Berarti Kecuali Cabai Rawit
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dihadiri 292 Anggota, Rapat Paripurna DPR Bakal Sahkan Dewas BPJS hingga BS LPS
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.