Hanya Ada Tangga untuk Menyeberang di Stasiun Depok Lama, Penumpang Tak Kuat Naik-Turun

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Sejumlah penumpang mengeluhkan tangga di underpass Stasiun Depok Baru, yang dianggap terlalu melelahkan akibat tidak ada fasilitas penunjang lainnya.

Salah satunya dirasakan Dian (56), yang mudah kelelahan karena masalah di lututnya.

Padahal, ia mengaku masih kuat berjalan jauh, tapi berbeda jika naik atau turun tangga.

"Jalan ke mana-mana masih kuat, tapi kalau naik turun tangga lebih gampang capek. Sayangnya di sini enggak ada yang penyeberangan di atas rel itu tuh yang mirip di Stasiun Pondok Cina," ucap Dian saat ditemui di lokasi, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Menjajal Akses Stasiun Depok Baru yang Tak Ramah Lansia dan Disabilitas

Kondisi fisik Dian yang mulai menua karena usia membuatnya kesulitan setiap kali hendak berangkat atau pulang dari Stasiun Depok Baru.

Apalagi, tangga menuju underpass ini menjadi satu-satunya akses yang dipukul rata bagi penumpang di seluruh kelompok usia.

“Kondisi kesehatan kaki saya kayak disamain sama yang masih muda, ya enggak bisa kan. Tapi pada akhirnya saya juga yang maksain diri tiap turun di sini,” kata dia.

Penumpang lainnya bernama Prastika (23) juga mengeluhkan fasilitas Stasiun Depok Baru tak ramah bagi ayahnya yang menderita sakit gagal ginjal dan paru-paru.

Setiap hendak cuci darah, ayah Prastika sudah tidak kuat lagi naik atau turun tangga karena kesulitan mengatur ritme pernapasannya.

“Bapak saya naik tangga setinggi ini udah enggak bisa pas terakhir kali turun di Stasiun Depok Baru. Makanya solusinya jadi cari transum lain,” ujar Prastika.

Menurut dia, kondisi ini mengecewakan sebab sarana dan prasarana Stasiun Depok Baru untuk transportasi publik justru seolah-olah tidak memedulikan kelompok pengguna tertentu.

Baca juga: KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

“Lagipula stasiun kan fasilitas umum yang seharusnya buat semua orang, mau dia disabilitas atau tidak, sakit atau tidak, ya artinya bisa dipakai oleh semua orang tanpa pengecualian dan bukan untuk yang sehat-sehat saja,” terang Prastika.

Oleh karena itu, Prastika mengharapkan adanya jalan tengah atau alternatif bagi kelompok penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Depok Baru agar tak perlu naik dan turun tangga.

“Kalau gak bisa ada lift, coba eskalator. Kalau gak bisa eskalator, ya coba jalur penyebrangan di atas rel dibuka. Intinya coba rumuskan dulu solusinya,” jelas dia.

KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Akses tangga yang menjadi satu-satunya opsi untuk penumpang KRL melintasi underpass di Stasiun Depok Baru, Selasa (10/1/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, titik penyeberangan underpass berada di depan lokasi gate in/out penumpang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cinta Sedalam Rindu Tamat Terhormat, Hanya Kalah dari 2 Program INDOSIAR
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dirut KAI Sebut Masalah Utang Kereta Cepat Whoosh Sudah Ada Solusinya
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Aksi Bersih-Bersih Program Asri, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Kerja Bakti
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Dampak Penggunaan ChatGPT, Ingatan Menurun Tajam
• 12 jam lalurealita.co
thumb
Disanksi OJK Soal Pelanggaran IPO, Manajemen REAL Buka Suara
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.