Danantara: Perminas Khusus Kelola Logam Tanah Jarang RI

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria menegaskan, bahwa PT Perusahaan Mineral Nusantara (Perminas) akan khusus mengelola mineral strategis Logam Tanah Jarang (LTJ).

Dony menegaskan, pengelolaan logam tanah jarang akan dipisahkan dengan perusahaan pertambangan milik BUMN seperti halnya yang ada di bawah Holding Industri Pertambangan MIND ID.

"Kita memiliki banyak sekali potential, kita tidak mau mencampurkan perusahaan tambang kita punya MIND ID grup. Sebenarnya satu lagi ini lebih ke pada mengelola tanah jarang yang dimiliki Indonesia, Perminas akan fokus kelola tanah jarang dan optimalkan penggunaannya karena mesti ada research pengembangan yang secara commercial belum dapat beri nilai tambah," kata Dony dalam Economic Outlook 2026 CNBC Indonesia, Selasa (10/2/2026).


Baca: Danantara Bakal Groundbreaking 10 Proyek Baru Hilirisasi Pekan Depan!

Sebagaimana diketahui, bahwa saat ini logam tanah jarang merupakan mineral ikutan dari timah, yang mana sejauh ini dikelola oleh PT Timah. Dengan itu, Dony menegaskan, Danantara akan membuat perusahaan khusus.

"Masih tahap development industri mature timah, sudah mature tambang kita, emas, batu bara sudah mature. Di satu sisi ini kan masih tahap development utilisasi masih research, oleh karena itu kita tidak mau campur perusahaan yang eksis dan pasti di Perminas masih butuh support R&D masih disupport Danantara," tandas Dony.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Menambang Potensi Logam Tanah Jarang

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPKH Kelola Dana Haji Rp 173,9 Triliun dengan Imbal Hasil Konsisten 6–7 Persen
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jaksa Ungkap Pengadaan Chromebook Dimonopoli, Bikin Harga Lebih Mahal
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Radar Bakal Kandidat Pilpres 2029
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Menjaga Detak Masa Lalu: Kisah Kesetiaan di Balik Kios Pasar Antik Jalan Surabaya Menteng
• 1 jam lalusuara.com
thumb
DPR dan Pemerintah Mulai Tahap Awal Penyusunan APBN 2027
• 47 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.