KPK Ungkap Kepala Kantor Pajak Banjarmasin Jadi Komisaris di 12 Perusahaan

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin Mulyono (MLY) menjabat sebagai komisaris pada 12 perusahaan. Mulyono merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap pengajuan restitusi pajak.

"Perusahaannya mencapai lebih dari 10, ada 12 perusahaan," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Januari 2026.

KPK bakal melaporkan rangkap jabatan itu kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). KPK juga akan mengusut dugaan Mulyono melakukan rasuah dengan memanfaatkan 12 jabatan itu.

"Misalnya untuk menjadi layering untuk praktik-praktik dugaan tindak pidana korupsi atau seperti apa itu, nanti kami akan dalami," ujar Budi.
  Baca Juga:  KPK Sebut Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Terima Rp800 Juta Dibungkus Kardus
Gedung KPK. Metrotvnews.com/Candra

Sebelumnya, KPK menetapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin Mulyono (MLY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengajuan restitusi pajak. Mulyono secara terang-terangan bertemu dengan pihak swasta untuk meminta uang apresiasi.

“MLY menyampaikan pada VNZ (Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti (BKB) Venasius Jenarus Genggor) bahwa permohonan restitusi PPN PT BKB dapat dikabulkan dengan menyinggung adanya ‘uang apresiasi’,” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Februari 2026.

Asep menjelaskan KPP Madya sejatinya sudah memeriksa nilai lebih bayar pajak PT BKB. Sejatinya, ada Rp49,47 miliar kelebihan bayar dengan koreksi fiskal sebesar Rp1,14 miliar.

“Sehingga restitusi pajaknya menjadi Rp48,3 miliar,” ucap Asep.

Mulyono mau memproses permintaan BKB jika diberikan uang. Mulyono menawarkan Rp1,5 miliar dengan opsi berbagi dengan Venasius.

“VNZ menyepakati permintaan tersebut dengan besaran Rp1,5 miliar kepada MLY sebagai uang ‘apresiasi’, dengan adanya uang ‘sharing’ untuk VNZ,” ucap Asep.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tottenham Vs Newcastle, Karier Dua Pelatih jadi Taruhan
• 33 menit lalubisnis.com
thumb
Pelajar di Jaktim Gelar Demo Buntut Guru Diduga Lecehkan Siswi SMA
• 12 jam laludetik.com
thumb
Bos Danantara: Pemilihan Direksi BUMN Pakai Konsultan, Gak Asal Tunjuk
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mudik Gratis 2026 Bersama BUMN, Ini Jadwal dan Mekanisme Pendaftaran
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Danantara Targetkan Laba BUMN Tahun Ini Rp 360 T, 2027 Tembus Rp 400 T
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.