Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kapal untuk keperluan PT Pertamina diproduksi dari galangan kapal dalam negeri.
Pada 2024 lalu, Hashim pernah menyebut Prabowo akan menginstruksikan Pertamina membeli 80 kapal dari galangan dalam negeri. Hal itu dilakukan karena dari 300 kapal yang dimiliki Pertamina, banyak di antaranya yang sudah harus masuk proses scrap.
“Dan ini sekarang ada petunjuk agar semua kapal yang diperlukan untuk Pertamina itu harus dibangun di dalam negeri. Itu petunjuk, itu perintah,” kata Hashim usai acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia yang diselenggarakan Kadin di Ayana Midplaza, Jakarta pada Selasa (10/2).
“Tapi dengan syarat bahwa harga harus kompetitif. Galangan kapal dalam negeri jangan pasang harga seenaknya, harus kompetitif. Tapi supaya bisa kompetitif, kan nanti komponen-komponen, suku cadang, dan ini sebagainya itu kan juga harus kompetitif harganya,” lanjutnya.
Hashim mencontohkan saat ini belum ada pabrik mesin kapal di Indonesia yang bisa memproduksi mesin sesuai kebutuhan Pertamina. Ia mendorong adanya pabrik-pabrik mesin kapal yang bisa memenuhi kebutuhan itu di Indonesia ke depan.
“So, ini kita merangsang pabrik-pabrik mesin kapal yang ternama untuk bangun di Indonesia. Kita sudah mulai ada pembicaraan, apakah lagi investasi langsung atau mungkin dari mereka juga bisa investasi bersama Danantara misalnya. Nah mereka bisa nanti membangun dan ini ada ekosistem galangan kapal itu sangat-sangat penting,” ujar Hashim.
Hashim menjelaskan dalam industri kapal, biaya tertinggi bukan untuk badan kapal, melainkan untuk komponennya.
“Bangun kapal dengan besi baja itu satu tapi itu hanya 30 persen. Ada 70 persen dari harga kapal itu dari komponen. Jadi ini harus ada petunjuk pemerintah proaktif untuk merangsang kegiatan dalam negeri,” tutur Hashim.





