Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memastikan Lippo Group bakal mendukung penyediaan lahan seluas 30 hektare (Ha) untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta.
Ara menjelaskan, pihaknya telah mengantongi komitmen Lippo Group untuk menghibahkan lahan seluas 30 Ha tersebut. Sehingga, pemerintah tidak lagi perlu mengucurkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk proyek tersebut.
"Kami juga sampaikan secara terbuka, tanahnya 30 hektare hibah, jadi negara itu mendapatkan hibah. Tadi kan kan disampaikan bagaimana melibatkan swasta, jadi negara tidak mengeluarkan uang untuk tanahnya," kata Ara di Kompleks Parlemen RI, Selasa (10/2/2026).
Ara menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya kreatif kementerian dalam mengejar target pembangunan hunian subsidi di tengah keterbatasan fiskal. Dengan mekanisme hibah, pemerintah dapat menekan biaya pengadaan tanah yang selama ini menjadi komponen biaya tertinggi dalam pembangunan rusun.
Lebih lanjut, untuk merealisasikan pembangunan di atas lahan hibah tersebut, dirinya telah mendapatkan arahan untuk melakukan koordinasi intensif dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani serta instansi terkait lainnya. Koordinasi ini difokuskan pada pematangan skema pembiayaan konstruksi bangunan.
Sebelumnya, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) memang telah mengungkap rencana pengembangan rusun subsidi di Kawasan Meikarta akan direalisasikan di atas lahan seluas 30 hektare.
Baca Juga
- Pemerintah Siapkan Skema Khusus Buat Salurkan Rusun Subsidi Meikarta
- Lippo Sulap Meikarta Jadi Rusun Subsidi, Konsumen Resah Tagih 'Refund' Dana
- Maruarar Beri Sinyal Rusun Subsidi Meikarta Bisa Mulai Dipasarkan
Head of Project Management LPKR, Fritz Atmodjo menjelaskan bahwa pengembangan rusun subsidi tersebut akan dibangun di 3 area berbeda dengan masing-masing luas lahan tiap kawasan seluas 10 Ha.
"Satu tower akan terdiri 2.600 unit, di dalam lahan 10 hektare ini," kata Fritz dalam agenda Land Clearing Rumah Susun Subsidi Untuk Rakyat, di Meikarta, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan rencananya, LPKR bakal membangun 18 tower di setiap kawasan. Artinya, LPKR bakal membangun 54 tower rusun subsidi dengan total unit mencapai 141.000 unit di atas lahan 30 Ha.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489814/original/017529000_1769933678-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47.jpeg)

