Gen Z Rentan Terjerat Pinjol, Platform Pindar Antisipasi Gagal Bayar dengan AI

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Firlie H Ganinduto mengatakan generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, rentan terjerat pinjaman online ilegal atau pinjol. Hal ini disebabkan Gen Z dan Milenial memiliki tingkat adopsi layanan digital yang tinggi tetapi belum paham betul dari sisi literasi digitalnya. 

Firlie mengungkapkan dua generasi ini jika digabung mencapai sekitar 144 juta jiwa atau 53% dari populasi Indonesia.

“Gen Z dan milenial memiliki tingkat adopsi layanan digital yang sangat tinggi, namun pada saat yang sama mereka juga menjadi kelompok yang paling rentan terhadap miskonsepsi pinjaman daring, perilaku utang konsumtif, serta risiko penipuan digital,” kata Firlie dalam acara Peluncuran Modul Bijak Keuangan, di Jakarta, Selasa (10/2).

Untuk itu, Firlie mendukung Modul Bijak Keuangan (Mojang) diluncurkan. Mojang merupakan produk atau inisiatif edukasi literasi keuangan yang diluncurkan oleh Easycash yang pengembangannya dilakukan melalui kerja sama atau kolaborasi dengan Aftech dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia.

Terlebih saat ini masih ada jarak antara literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat baru 66,46%, padahal inklusi atau penggunaan produk jasa keuangan sudah tembus 80,51%.

President and Chairman International Association of Registered Financial Consultants (IARC) Indonesia, Aidil Akbar Madjid, menilai kesenjangan itu menunjukkan masih banyak masyarakat Indonesia menggunakan produk keuangan tanpa memahaminya terlebih dahulu.

“Ini yang sering menjadi permasalahan karena mereka tidak memahami cara kerjanya, tidak memahami risiko dan serta konsekuensi dari keputusan finansial yang mereka ambil,” ujar Aidil.

Aidil mengatakan, kesenjangan itu tidak bisa disepelekan, sebab dampaknya signifikan terhadap pengelolaan keuangan, kesalahpahaman terhadap pinjaman daring, rendahnya kesadaran dan reputasi kredit, hingga maraknya pinjaman ilegal yang merupakan banyak pihak. 

“Kesalahpahaman dan kesalahan ini akan sangat berbahaya jika terjadi pada generasi muda, Gen Z, yang terjebak dalam hal pertahanan teknologinya dan jumlahnya cukup besar, 28% dari populasi di Indonesia,” kata Aidil.

Aidil menilai, generasi mudah sangat dekat dengan dunia digital dan cepat belajar, berani mencoba, dan sangat adaptif. Namun, kedekatan ini tidak selalu berarti siap secara finansial. 

Menurut Aidil, masih banyak generasi muda yang belum terbiasa mengatur pendapatan, tidak paham membedakan pinjaman legal dan ilegal, dan belum menyadari dampak jangka panjang dari kewajiban finansial yang dia ambil.

“Karena itu satu hal penting adalah bagaimana membuat masyarakat, khususnya anak muda ini, memiliki literasi keuangan yang lebih baik untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Masih Ada Jarak Lebar antara Inklusi dan Literasi Keuangan

Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Naomi Triyuliyani mengakui peningkatan literasi keuangan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ia menyebut masih ada jarak yang cukup lebar antara inklusi dan literasi keuangan.

Apalagi, indeks litaerasi keuangan pelajar masih di bawah angka nasional. “Indeks literasi pelajar umur 15-17 tahun itu lebih rendah daripada indeks nasional. Jadi indeks nasional itu 66,46%, sedangkan indeks literasi pelajar umur 15-17 itu 51,68%, lebih rendah lagi dibanding angka nasional,” kata Naomi.

Naomi menilai, kondisi ini menjadi peringatan untuk lebih berusaha membangun kesadaran finansial, terutama bagi generasi muda. Terlebih hal ini juga muncul di tengah biaya hidup yang makin tinggi.

Naomi mengatakan 59,4% pekerja di Indonesia masih berada di sektor informal. “Artinya sebagian besar tenaga kerja masih berada dalam kondisi yang rentah terhadap perusahaan ekonomi, karena minimnya jaminan sosial, perlindungan ketenagakerjaan, serta pendapatan yang tidak stabil,” ujarnya.

Platform Gunakan AI untuk Antisipasi Gagal Bayar

Salah satu platform pinjaman daring, Easycash mengakui pasarnya saat ini didominasi oleh Gen Z dan Milenial. Terlebih secara nasional porsi Generasi Z dan Milenial masih mendominasi total penduduk di Indonesia.

“Gen Z dan Milenial itu populasi yang besar untuk secara market. Mereka harus punya KTP kalau pinjam di platform kita," kata Head of Corporate Affairs Easycash Wildan Kesuma.

Saat ini tingkat keberhasilan bayar 90 hari atau TKB90 Easycash mencapai 99,65%. Namun, Easycash tetap melakukan upaya untuk mengantisipasi risiko pinjaman macet hingga gagal bayar.

Selain menguatkan edukasi, Wildan mengatakan perusahaan juga mengandalkan teknologi. “Langkah-langkah lainnya tentunya yang kita punya adalah teknologi, platform fintech pasti kuat di teknologinya,” kata Wildan.

Ia mengatakan Easycash juga melakukan investasi besar untuk sistem analisa risiko berbasis kecerdasan buatan atau AI dan big data. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat analisa risiko sebelum menganalisa peminjam sesuai profil risikonya.

“Jadi kita kembangkan teknologi yang kuat, kita investasi lebih besar di teknologi supaya bisa memitigasi kemungkinan tadi kegagalan bayar dan lain-lain,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut bisa mendukung untuk menjaga tingkat keberhasilan bayar dalam waktu 90 hari. Dengan penggunaan AI, Easycash terbantu dalam mengenali pola-pola konsumsi dan risiko terkini.

Ia memastikan Easycash juga bekerja sama dengan platform yang berizin. “Itu salah satu langkah kita untuk menjaga kepercayaan masyarakat, menjaga juga keamanan. Kita juga kan menjaga ISO 27001, jadi kita juga menjaga keamanan data,” kata Wildan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ciri Orang yang Terdidik dengan Baik Menurut Ahli
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Viral Pak Ogah Lakukan Pungli di Kota Tua, Satpol PP: Pelaku Sedang Diburu
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
MU dipastikan masih tanpa tiga pemain kontra West Ham United
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
VinFast VF MPV 7 Datang Diam-Diam, Tapi Potensinya Bikin Rival Pusing
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AHY Serahkan KTA Demokrat ke Merry Riana Bersama Puluhan Komunitas Tionghoa 
• 23 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.