Menkes Sebut Program CKG Bisa Perpanjang Umur Warga Indonesia

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tahun ini pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan turut mencakup pelayanan pengobatan. Dia mendorong masyarakat agar rutin melakukan pengecekan kesehatan karena berpeluang memperpanjang umur mereka. 

Budi menerangkan, tahun lalu CKG hanya fokus pada pengecekan kesehatan saja. "Tapi tahun ini kita ingin pastikan, sesudah cek, kalau tidak sehat, harus diobati. Sama seperti ceknya yang gratis, ini obatinnya juga gratis," kata Budi ketika berkunjung RSUP Dr.Kariadi di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (10/2/2026).

Baca Juga
  • Ditinjau Wamenkes, 1.300 Karyawan di Bantul Ikuti Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis
  • Satu Tahun Program Cek Kesehatan Gratis: Transformasi Nasional dari Mengobati Menjadi Mencegah
  • Skabies dan Kusta Kini Masuk Layanan Cek Kesehatan Gratis
Dia mendorong masyarakat agar memanfaatkan CKG dan rutin melakukan kesehatan setidaknya satu kali setahun. "Makin sering dicek, makin lama Cek Kesehatan Gratis-nya jalan terus, pasti usianya makin panjang. Yang dicek 10 kali sama yang 15 kali, pasti (usianya) panjang yang 15 kali," ucapnya. 

Budi mengungkapkan, tahun ini pelayanan CKG juga akan diperluas, tidak terbatas di fasilitas kesehatan atau rumah sakit. "Penekanannya tahun ini kita juga mau lakukan di sekolah dan di tempat kerja," ujarnya. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} Menurut Budi, saat ini pemerintah tengah berupaya menaikkan rata-rata usia masyarakat Indonesia dari 60 menjadi 65 tahun. Dia berpendapat, CKG dapat berperan untuk mencapai tujuan tersebut. 

Budi mengatakan, tahun lalu terdapat 70 juta warga yang memanfaatkan CKG. Dari jumlah tersebut, rata-rata masalah kesehatan yang ditemukan pada warga dewasa adalah obesitas dan darah tinggi. Budi mengingatkan, hipertensi, terlebih jika disertai penyakit gula darah, tidak boleh disepelekan karena dapat memicu penyakit kronis. 

"Penyakit yang paling banyak membuat masyarakat Indonesia meninggal atau sakit sampai meninggal, itu stroke sama jantung; itu nomor satu dan nomor dua. Strok sama jantung itu penyakit yang kronis," kata Budi. 

Dia menilai, CKG dapat mengantisipasi atau mendeteksi munculnya penyakit tersebut. "Sehat yang paling gampang dan paling murah adalah rajin cek. Kalau sudah kelihatan tidak sehat, ya diobati supaya jadi sehat. Kalau ditunggu sampai sakit, nanti lebih mahal dan kualitas hidup juga lebih jelek," ucapnya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Zodiak yang Bisa Menjadi Kakak dalam Pertemanan
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Viral, Video Sejumlah Penumpang Terjebak di Lift Stasiun LRT Kuningan, Pihak Pengelola Angkat Bicara
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Timnas Indonesia U-17 Vs China di Leg Kedua Uji Coba: Tim Asuhan Nova Arianto Bisa Lebih Baik?
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Harimau Sumatra Muncul di Permukiman Warga Desa Benteng Hulu Siak
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
HPSL U-15 & U-18: Empat Kota, Delapan Penguasa Puncak Berbeda, Siapa Saja?
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.