Nilai tukar rupiah bergerak melemah 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.811 per dolar AS dari semula Rp16.805 per dolar AS pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ibrahim Assuaibi pengamat pasar uang mengatakan, pelemahan rupiah merupakan imbas dari ketegangan antara AS dengan Iran yang tetap tinggi.
Melalui Administrasi Maritim pada Senin (9/2/2026), Departemen Perhubungan AS menyarankan agar kapal-kapal AS berada sejauh mungkin dari wilayah Iran saat melintasi Selat Hormuz dan Teluk Oman.
Ibrahim mengatakan bahwa badan tersebut juga menyarankan agar kapal-kapal berbendera AS tetap berada dekat dengan Oman selama penyebrangan dengan alasan risio diserbu oleh pasukan Iran.
Peringatan tersebut dinilai menimbulkan kekhawatiran atas ketegangan antara AS dan Iran, kendati kedua negara mencatat kemajuan selama pembicaraan akhir pekan baru-baru ini dan berjanji untuk terlibat dalam lebih banyak diskusi tentang program nuklir Teheran.
Dalam diskusi, Iran juga menolak seruan untuk menghentikan pengayaan nuklir, yang menjadi poin utama perselisihan bagi Washington.
Para investor juga menunggu data ekonomi dari AS, seperti penggajian non-pertanian bulan Januari 2026 yang akan dirilis pada Rabu (12/2/2026) dan inflasi indeks harga konsumen pada Jumat (14/2/2026).
“Data-data tersebut juga diperkirakan akan mempengaruhi prospek suku bunga AS, terutama di tengah perubahan kepemimpinan yang akan segera terjadi di Federal Reserve,” ungkap Ibrahim dilansir dari Antara.
Melihat sentimen domestik, dilaporkan bahwa survei terbaru Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen.
“Jumlah itu bahkan memecahkan rekor tingkat keterpilihan atas presiden-presiden sebelumnya. Saat SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menang di periode kedua pada 2009, kisarannya tak sampai 70 juta pemilih. Pun demikian saat Jokowi memenangi pilpres (pemilihan presiden) keduanya pada 2019, perolehan suaranya masih lebih kecil dari Prabowo,” ujarnya.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp16.799 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.838 per dolar AS. (ant/ily/saf/ipg)




