Tito Ungkap Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Progres Signifikan

eranasional.com
10 jam lalu
Cover Berita

Banda Aceh, ERANASIONAL.COM – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pemulihan pascabencana di 52 kabupaten/kota telah mencapai progres yang signifikan.

Meskipun terdapat sejumlah daerah yang masih membutuhkan penanganan, secara umum kondisi sebagian besar daerah tersebut berlangsung normal.

Hal ini disampaikan Tito pada acara Penyerahan Bantuan kepada Daerah Terdampak bersama Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) di Gedung Serbaguna Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyalurkan anggaran sebesar Rp4,7 triliun kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung pemulihan pascabencana.

Nantinya, anggaran tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Untuk itu, Tito meminta dukungan jajaran pimpinan MPR RI dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI guna mengoptimalkan progres pemulihan pascabencana.

“Anggaran TKD, ini yang kami mohon dukungan dari MPR dan dari DPR. Karena Presiden sudah menyampaikan transfer daerah di daerah 3 provinsi yang [terdampak] bencana ini dikembalikan seperti di tahun 2025. Itu dampaknya besar,” ujar Tito.

Dengan dinormalisasikannya anggaran TKD tersebut, diyakini progres pemulihan akan berlangsung lebih optimal. Pasalnya, anggaran itu dapat digunakan untuk melengkapi kebutuhan pemulihan, seperti mebeler serta infrastruktur publik dan pemerintahan.

Lebih lanjut, selama mengemban tugas sebagai Kasatgas PRR, Tito telah melaksanakan sejumlah upaya strategis. Di antaranya menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait secara berkala, rutin mengunjungi lokasi terdampak bencana, menyalurkan bantuan, menginventarisasi kebutuhan daerah terdampak bencana, hingga menggelar rapat membahas dashboard data Satgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera.

“Di Kemendagri ada Posko Gabungan. Gabungan dari instansi pemerintah, yang tergabung dalam Satgas itu juga melakukan zoom dengan staf dari kepala daerah. Entah Sekda atau Kepala BPBD, juga dinas sosial, dan lain-lain. Nah, ini dilakukan terus untuk melakukan update, update, update,” sambung Tito.

Ia berharap, daerah yang belum mengirimkan data kondisi daerahnya agar segera mengirimkan data tersebut. Pasalnya, data tersebut menjadi kunci proses penanganan secara komprehensif.

Di lain sisi, data tersebut juga divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) agar tidak terjadi penumpukan data.

“Jadi ini mekanismenya bottom up, kecepatan Pemda. Saya mengejar setiap minggu, zoom meeting. Dan setelah itu kecepatan itu selain oleh Pemda, yang kedua adalah validasi oleh BPS, Badan Pusat Statistik. Supaya jangan terjadi masalah,” tandasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Siapkan 8 Ribu Pasukan TNI untuk Dewan Perdamaian Gaza
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Apindo Nilai Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Cerminkan Kondisi Riil
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cek Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 11 Februari 2026, Buka di 5 Lokasi!
• 1 jam laludisway.id
thumb
Pakar Komunikasi Politik: Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kritis Bisa Jadi Anugerah atau Musibah
• 28 menit laluokezone.com
thumb
Pemerintah Siapkan Perpres Penghapusan Tunggakan dan Denda Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.