Kondisi rumah warga yang ambruk terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Sekip, Jangli, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026). BPBD Kota Semarang mencatat sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan, jalan akses menuju kampung amblas, serta saluran air PDAM rusak akibat bencana tanah bergerak yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2) dini hari.
Seorang warga bernama Slamet Riyadi (47) menuturkan bahwa dirinya sedang tertidur saat pergerakan tanah terjadi pada Minggu (8/2) malam. Ketika terbangun, ia mendapati kondisi rumahnya telah rusak parah dengan retakan di hampir seluruh bagian.
Slamet mengatakan, sebelum kejadian rumah tersebut masih ditempati. Namun setelah terjadi pergeseran tanah sekitar puluhan sentimeter, bangunan langsung mengalami kerusakan dan ia bersama warga lain segera mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Selain rumah, kandang kambing dan ayam miliknya juga terdampak cukup parah. Slamet mengungkapkan kondisi kandang mengalami penurunan atap sehingga ia berencana memindahkan dan menjual ternaknya.
Ia menambahkan, untuk sementara waktu dirinya akan mengungsi ke masjid demi keselamatan keluarga, terutama anak-anak, mengingat risiko pergerakan tanah yang masih mengancam.





