tvOnenews.com - Nama Sebas Ditmer mulai ramai diperbincangkan publik sepak bola Eropa dan digadang-gadang mulai masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia.
Bek muda berusia 17 tahun itu mencuri perhatian berkat performanya bersama akademi raksasa Eredivisie, PSV Eindhoven, sekaligus latar belakang keturunannya yang memiliki hubungan dengan Indonesia.
Perkembangan pemain muda berdarah Indonesia di Eropa memang selalu menarik perhatian.
Sebas menjadi salah satu nama terbaru yang masuk radar pengamat, terlebih karena potensinya untuk membela Timnas Indonesia di masa depan masih terbuka.
Profil dan Karier Awal
- Instagram @sebasditmer_
Sebas Ditmer merupakan pemain yang lahir di Nijmegen, Belanda, pada 26 Mei 2008.
Namanya mulai dikaitkan dengan Indonesia karena sang kakek dari pihak ayah diketahui lahir di Jakarta.
Ia memiliki postur ideal untuk pemain bertahan dengan tinggi 1,82 meter serta dominasi kaki kanan.
Data singkatnya sebagai berikut:
Nama: Sebas Ditmer
Tanggal lahir: 26 Mei 2008
Tempat lahir: Nijmegen, Belanda
Kewarganegaraan: Belanda / Indonesia
Posisi: Bek tengah / Gelandang bertahan
Klub: PSV Eindhoven U19
Tinggi badan: 1,82 m
Kaki dominan: Kanan
Agen: Forza Sports Group
Kontrak profesional: 2024–2026
Timnas: Belanda U14–U17
PSV melihat potensinya sejak usia sangat muda.
Ia bahkan sudah menandatangani kontrak profesional pada usia 15 tahun, sebuah langkah yang menunjukkan besarnya kepercayaan klub terhadap perkembangan teknisnya.
Saat ini ia menjalani musim kedua bersama skuad U-19.
- Instagram @sebasditmer_
Sepanjang periode tersebut, Sebas rutin tampil di sejumlah kompetisi elite kelompok usia, termasuk O19 Divisie 1 Spring, UEFA Youth League, serta Premier League International Cup.
Pengalaman menghadapi tim muda papan atas Eropa membuat kematangannya berkembang lebih cepat dibanding pemain seusianya.
Di atas lapangan, Sebas dikenal sebagai pemain fleksibel yang mampu mengisi dua peran sekaligus (bek tengah dan gelandang bertahan).
Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah dalam sepak bola modern yang menuntut adaptasi taktik tinggi.
Musim sebelumnya ia bahkan mencetak gol penting yang membantu timnya meraih kemenangan.
Kontribusi seperti ini memperlihatkan bahwa ia bukan sekadar pemain bertahan pasif, tetapi juga mampu berperan dalam situasi ofensif.




