Jakarta, tvOnenews.com- Hitungan hari lagi umat muslim di Indonesia akan menjalani puasa ramadhan. Ibadah wajib yang dijalani setahun sekali.
- YouTube/dr. Zaidul Akbar Official
Dalam prediksinya, ramadhan 2026 dari sisi NU ataupun Pemerintah dimulai pada 19 Februari 2026. Namun hasilnya masih menunggu sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.
Sementara untuk Muhammadiyah memulai ramadhan pada 18 Februari 2026. Tentunya, kita harus menyiapkan mental dan kesehatan secara fisik.
Lantas, bagaimana puasa ramadhan bagi mereka penderita sakit maag ataupun GERD? simak penjelasan dr. Zaidul Akbar di bawah ini.
Dengan melihat keutamaan puasa ramadhan, disamping dr Zaidul Akbar sebagai pendakwah Indonesia dan juga ahli kesehatan herbal.
- dok.ilustrasi iStock
Dalam ceramahnya, disampaikan agar kita bisa memahami makna puasa yang diperintahkan Allah SWT.
Sebagaimana disampaikan dalam Qur'an berikut:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183).
Amankah Puasa bagi Penderita Maag?Menurut dr. Zaidul Akbar maag atau asam lambung sebagai penyakit yang berkaitan dengan pencernaan. Langkah utama untuk sembuh yaitu mengontrol asupan atau pola makan.
Kendatinya, dr. Zaidul menjelaskan sebaiknya penderita Maag atau GERD bisa puasa ramadhan. Maka terjawab sudah, apakah boleh sakit maag puasa?.
"Ada beberapa saya baca, ternyata proses itu (puasa) mulai mencapai optimalnya ketika seseorang mengkosongkan lambungnya selama 17 jam. Ketika 17 jam itu, tubuh sudah mulai melakukan semacam body cleansing, dimakan semua sel-sel rusak,” katanya dikutip dari YouTube dr Zaidul Akbar Official, Rabu (11/2).




