JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah, Toni Richard Samosir, menilai pasien cuci darah merupakan warga rentan miskin, sehingga sudah selayaknya menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Toni menjelaskan alasannya menyebut pasien cuci darah rentan miskin karena mereka harus melakukan pengobatan terus-menerus selama seumur hidup.
"Saya mau tanya dulu kepada pemerintah, memang ada pasien cuci darah yang bisa kaya lagi? Itu dilakukan seumur hidup loh, terus-menerus loh, berbiaya mahal," katany dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Menkes: Iuran BPJS PBI untuk Pasien Kronis Ditanggung Pemerintah Selama 3 Bulan | KOMPAS PETANG
Karena dinilai rentan miskin, kata Toni, maka pasien cuci darah sudah sepatutnya diintegrasikan ke dalam daftar peserta PBI BPJS Kesehatan.
"Justru mereka ini kan rentan miskin. Tahun 2019 kami pernah RDP (rapat dengar pendapat) dengan DPR Komisi IX. Komisi IX itu pernah menjanjikan bahwa bagi pasien cuci darah akan dibuat ke PBI, begitu, diintegrasikan ke PBI," ucapnya.
"Kenapa diintegrasikan ke PBI, karena memang enggak bisa kaya lagi, mereka tuh rentan miskin."
Lebih lanjut, Toni berpendapat bahwa penentuan kategori desil hanya menggunakan indikator ekonomi sangat tidak adil bagi pasien penyakit kronis.
“Sebenarnya, pasien saat ini was-was, apalagi terutama miskin ya, tidak ada kepastian hukum bagi negara ini untuk melindungi masyarakat miskinnya,” kata Toni.
Baca Juga: BPJS PBI Nonaktif Mendadak, Cerita Pasien Penyakit Kronis Terpaksa Beralih ke BPJS Mandiri
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- pasien cuci darah
- komunitas pasien cuci darah
- peserta pbi pbjs kesehatan
- pbi
- bpjs kesehatan




