Wall Street Beragam: Nasdaq Boncos, Dow Jones Serok Cuan Tipis

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

New York: Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Investor mencermati data konsumsi konsumen yang kurang memuaskan.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 11 Februari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 52,27 poin, atau 0,1 persen, dan ditutup pada 50.188,14. Menandai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa untuk ketiga kalinya berturut-turut.
 
Sementara itu, indeks S&P 500 tercatat turun sebanyak 23,01 poin, atau 0,33 persen, menjadi 6.941,81. Di sisi lain Indeks Komposit Nasdaq juga mengalami penurunan sebesar 136,19 poin, atau 0,59 persen, menjadi 23.102,48.
 
Adapun kinerja di 11 sektor utama S&P 500 terbagi, dengan enam sektor berakhir di zona merah dan sisanya di zona hijau. Layanan komunikasi dan keuangan menjadi sektor yang paling tertinggal, sementara utilitas dan real estat memimpin kenaikan karena investor mencari posisi defensif.
 
Momentum pasar sedikit terhambat oleh laporan dari Departemen Perdagangan yang menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga stagnan pada Desember. Stagnasi selama periode liburan ini jauh di bawah proyeksi pertumbuhan 0,4 persen yang diprediksi para ekonom.
 
Sementara itu, laporan triwulanan Bank Federal Reserve New York tentang utang rumah tangga mengungkapkan saldo agregat meningkat sebesar USD191 miliar pada kuartal keempat menjadi total USD18,8 triliun.
 
Yang perlu diperhatikan, tingkat tunggakan untuk pinjaman mobil dan kartu kredit mencapai level tertinggi dalam sekitar 15 tahun, terutama di wilayah dengan kode pos berpenghasilan rendah.
  Baca juga: Saham AS Naik Jelang Rilis Ketenagakerjaan dan Inflasi, Dow Jones Cetak Rekor Baru

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
  Sektor keuangan hadapi tekanan  
Sektor keuangan menghadapi tekanan khusus pada Selasa setelah platform teknologi Altruist meluncurkan alat perencanaan pajak baru yang didukung oleh kecerdasan buatan.
 
Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran akan gangguan luas terhadap model pengelolaan kekayaan tradisional, yang menyebabkan penurunan 8,31 persen pada LPL Financial dan penurunan 7,42 persen pada Charles Schwab.
 
Sentimen di sektor teknologi semakin melemah setelah catatan riset dari kantor kepala investasi UBS menurunkan peringkat sektor teknologi informasi AS menjadi netral. Bank tersebut menyebutkan kemungkinan perlambatan dalam pengeluaran infrastruktur kecerdasan buatan, yang telah meningkat lebih dari empat kali lipat selama tiga tahun terakhir.
 
UBS memperingatkan pengeluaran modal gabungan dari perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft dan Alphabet dapat mencapai USD700 miliar tahun ini, berpotensi menghabiskan hampir 100 persen arus kas operasional mereka dan menciptakan beban yang signifikan bagi investor.
 
Dari sisi pendapatan, Spotify melonjak 14,75 persen setelah pendapatan yang kuat, sementara Upwork anjlok 19,08 persen. Para pelaku pasar kini menunggu rilis laporan nonfarm payrolls Januari yang tertunda pada Rabu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Membaca Kemiskinan Indonesia dengan Kacamata yang Lebih Jernih
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenhut intensif padamkan karhutla di wilayah Riau dan Kepulauan Riau
• 45 menit laluantaranews.com
thumb
Mayoritas Publik Puas Program MBG, BGN: Bantu Kami Terus Lakukan Perbaikan
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Air Sungai Jalentreng dan Cisadane Masih Terlarang Dikonsumsi
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Seskab: Kereta, Kapal hingga Pesawat Dapat Diskon Jelang Lebaran 2026
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.