Bisnis.com, JAKARTA — Pengelola Mothercare PT Multitrend Indo Tbk (BABY) akan mengambil alih distributor mainan PT Emway Globalindo (EGI) senilai Rp269,98 miliar lewat penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue dan fasilitas pinjaman bank.
Pengambilalihan EGI ini akan dilakukan melalui dua mekanisme yaitu penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng saham) serta pembelian saham secara langsung.
"PT Emway Globalindo merupakan distributor mainan terkemuka di Indonesia, dan pelaksanaan PMHMETD akan meningkatkan kapabilitas keuangan dan operasional Perseroan secara signifikan," tulis manajemen BABY, dikutip Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan, emiten berkode BABY ini akan menerbitkan 238.599.876 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp590 per saham. Adapun, HMETD yang diterima perseroan dengan rasio 625:57 adalah sebanyak 220.346.305 saham baru yang akan dilaksanakan dengan inbreng saham EGI sebanyak 255.107.181 saham atau senilai Rp143 miliar. Porsi tersebut setara dengan 48,151% modal ditempatkan dan disetor EGI.
Sisanya, perseroan melakukan pembelian tunai saham EGI senilai Rp139,99 miliar dari pemegang saham pengendali dari fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. Adapun, total transaksi ini mencapai Rp269,98 miliar.
Saat ini, EGI dikendalikan oleh Blooming Years Pte. Ltd. (BY), yang juga merupakan pemegang saham pengendali BABY. Oleh karena itu, transaksi pengambilalihan ini dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi.
Melalui skema inbreng, BY akan menyetorkan sebanyak 255.077.189 lembar saham EGI ke dalam BABY. Jumlah tersebut setara dengan 48% dari modal ditempatkan dan disetor EGI. Setelah seluruh rangkaian transaksi rampung, EGI akan resmi menjadi anak usaha BABY.
Sementara itu, untuk memperoleh sisa kepemilikan saham EGI, BABY akan melakukan pembelian saham secara tunai dari BY. Pembelian tersebut mencakup 274.721.610 lembar saham atau setara 52% kepemilikan EGI dengan nilai transaksi sebesar Rp139,99 miliar.
Manajemen menegaskan bahwa rencana pengambilalihan ini merupakan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020. Selain itu, karena dilakukan dengan pihak terafiliasi, aksi korporasi ini juga wajib memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Independen.
Sehubungan dengan hal tersebut, BABY akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan RUPS Independen yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Januari 2026.
Manajemen menyebutkan bahwa dana hasil PMHMETD I diharapkan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perseroan, antara lain melalui optimalisasi pengelolaan aset, perbaikan struktur ekuitas, serta pengembangan bisnis ke depan.
“Perseroan memperkirakan bahwa rencana PMHMETD I akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan dan pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” tambah manajemen.
Untuk merealisasikan rencana ini, BABY juga telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dan tengah mengajukan persetujuan dari para kreditur, termasuk PT Bank Mandiri Tbk, sesuai dengan ketentuan perjanjian pembiayaan yang berlaku.
Sebagai informasi, BABY merupakan emiten ritel pengelola merek Mothercare yang bergerak di bidang perdagangan eceran pakaian dan mainan anak dan berkedudukan di Jakarta Pusat. Perseroan menilai pengambilalihan EGI sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur bisnis serta menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam jangka panjang.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





