jpnn.com - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendorong pelaku usaha di lokasi wisata untuk membuat spanduk iklan yang menarik dan tidak mengganggu pemandangan.
Hal itu menurutnya untuk mendukung permintaan Presiden Prabowo Subianto agar dilakukan penertiban spanduk-spanduk iklan yang terlalu banyak dan berukuran besar sehingga mengganggu pandangan.
BACA JUGA: Bang Saleh Soroti Fenomena Turis Singapura-Malaysia ke Batam untuk Beli Kebutuhan Pokok
"Saya setujulah, kalau Presiden sudah ngomong begitu (tertibkan spanduk-red) berarti presiden sudah benar," kata Saleh usai kunjungan kerja spesifik di Politeknik Pariwisata Batam, Kepulauan Riau, Selasa (10/2/2026).
Saleh mengatakan spanduk-spanduk iklan kebanyakan memang merusak pemandangan dan ukurannya juga besar.
BACA JUGA: Modus Penyimpangan Ekspor CPO, Ternyata Ada Rekayasa Begini
"Kadang-kadang orang berdagang itu spanduknya, seperti dikatakan Presiden, lebih besar dari pada informasi yang diperoleh. Jadi, itu jelek yang seperti itu," ucapnya.
Waketum PAN itu mendorong pelaku usaha di lokasi wisata maupun di kawasan lainnya untuk membuat spanduk yang artistik sehingga tetap menarik jika dipandang.
BACA JUGA: Fiks! Jenderal Sigit Tak Perlu Jadi Petani, Ini Kata Istana soal Polri di Bawah Kementerian
"Kalau bikin spanduk yang artistik, sehingga membuat orang senang, bukannya pusing," kata anggota DPR dari Dapil 2 Sumut itu.
Selain spanduk usaha, Saleh juga meminta spanduk-spanduk partai atau calon tertentu juga ditertibkan, karena sama-sama mengganggu pemandangan.
"Ya, spanduk kalau tidak perlu, apalagi sekarang belum pemilu, sudah ada spanduknya, yang begitu-begitu dibersihkan," pintanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2) menyoroti soal maraknya baliho dan spanduk-spanduk besar berisi iklan di jalanan Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu. Presiden meminta kepada pemerintah untuk menertibkan iklan-iklan dan spanduk-spanduk tersebut.
Dia mencontohkan spanduk di warung pinggir jalan yang kerap mengganggu pemandangan salah satunya di kawasan Bogor. Sebuah spanduk warung makan berukuran besar yang berisi informasi promo beli satu gratis satu.
"Kenapa harus besar-besar sih (tulisan-red)? Turis datang enggak mau lihat spanduk," ujar Presiden.(ant/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




