Theresa Kusumadjaja, Perempuan Indonesia Pertama yang Meraih Nominasi Penghargaan Grammy

mediaindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

INDUSTRI kreatif Indonesia kembali mencatatkan tinta emas di panggung internasional. Theresa Kusumadjaja resmi mengukir sejarah sebagai perempuan Indonesia pertama yang berhasil menembus nominasi dalam ajang penghargaan musik paling bergengsi di dunia, penghargaan Grammy.

Pencapaian luar biasa ini diraih Theresa pada gelaran Penghargaan Grammy ke-68 yang dihelat di Crypto.com Arena, Los Angeles, Amerika Serikat, pada 1 Februari 2026. Namanya bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.

Dalam proyek yang membawanya ke karpet merah Grammy tersebut, Theresa bertindak sebagai produser video (video producer). Ia berkolaborasi dengan sutradara Hannan Hussain untuk menggarap video klip lagu berjudul So Be It milik duo hip-hop legendaris asal Amerika Serikat, Clipse, yang digawangi oleh Pusha T dan Malice.

Baca juga : Kolintang Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda ke-16 yang diakui UNESCO

Langkah Theresa menuju panggung Grammy tidaklah mudah. Di kategori Best Music Video, ia harus bersaing dengan nama-nama besar yang memiliki pengaruh kuat di industri musik dunia. 

Sebut saja Sabrina Carpenter melalui video Manchild, grup ikonik OK Go dengan Love, hingga penyanyi legendaris Sade lewat Young Lion. 

Baca juga : Industri Musik di Kota Aceh Semakin Berkembang

Meski trofi pada akhirnya jatuh ke tangan Doechii melalui video musik Anxiety, kehadiran Theresa di jajaran nominasi telah dianggap sebagai tonggak sejarah bagi representasi talenta Indonesia di kancah global.

Momen haru sekaligus membanggakan tersebut dibagikan Theresa melalui akun Instagram pribadinya. Sambil mengunggah potret dirinya saat menghadiri malam penghargaan tersebut, ia mendedikasikan pencapaian ini secara khusus untuk sang ibu.

"Mama, putrimu kini menjadi perempuan Indonesia pertama yang masuk nominasi Grammy!" tulisnya dalam unggahan tersebut.

Selain merayakan prestasi profesionalnya, Theresa juga menggunakan platform tersebut untuk menyuarakan isu sosial. Ia turut menyuarakan dukungan terhadap gerakan ICE OUT, sebuah aksi solidaritas yang memprotes kebijakanU.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE). 

Gerakan ini mencuat di kalangan artis setelah peristiwa tragis yang menimpa Renee Nicole Good di Minneapolis. "ICE OUT!" tegasnya menutup pesan di media sosial.

Keberhasilan Theresa Kusumadjaja bukan sekadar prestasi individu, melainkan bukti nyata bahwa tenaga kreatif dari Indonesia mampu bersaing dan diakui di level tertinggi industri hiburan dunia. 

Prestasinya diharapkan menjadi pembuka jalan bagi lebih banyak sineas dan produser Indonesia untuk berbicara lebih banyak di panggung internasional pada masa mendatang. (Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Intip Potret Kim Ji Won yang Tampil Penuh Pesona di Drama Korea Terbaru, Doctor X
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Belum Juga Resmi Latih Timnas Indonesia U-23, John Herdman Sudah Dapat Kabar Sangat Buruk dari AFC
• 46 menit lalutvonenews.com
thumb
Pelatih Ratchaburi Minta Tim Tak Buat Kesalahan Demi Amankan Poin Penuh dari Persib
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
AHY Tegaskan Penataan Ruang Jadi Panglima Arah Pembangunan Nasional
• 20 jam laludisway.id
thumb
Viral di Medsos, Ini Kronologi Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.