Sentimen Global Mereda, IHSG Melonjak dan Dekati Level 8.200

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada pembukaan perdagangan hari ini. 
 
IHSG naik 0,56 persen dengan berada pada level 8181 pada pembukaan perdagangan Rabu, 11 Februari 2026.
 
Kenaikan IHSG diikuti dengan indeks saham unggulan seperti LQ45 dan JII. LQ45 naik 0,41 persen dan JII naik 0,98 persen.  Saham GOTO, BRPT, MBMA, INCO, BBTN dan UNTR jadi penggerak IHSG pada pembukaan hari ini. 
 
Baca juga: Moodys Effect, IHSG Melemah Setelah Saham Bank Besar Berjatuhan

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menuturkan  sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri.

IHSG kembali positif meskipun FTSE Russell menunda rebalancing saham Indonesia edisi Maret 2026 karena menilai kondisi pasar masih belum stabil dan jelas untuk melakukan perubahan indeks. 
 
Investor asing outflow di seluruh pasar ekuitas domestik Rp 708 miliar (10/2/2026). Outflow asing sejak awal Feb-26 didominasi oleh sektor perbankan, setelah Moody’s turunkan outlook obligasi dari stable ke negative untuk BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, dan BBTN. 
 
Di pasar keuangan Indonesia, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun tipis ke level 6,45%, sementara premi risiko Indonesia yang tercermin dari CDS 5 tahun naik menjadi 77,71. Indeks volatilitas (VIX) Wall Street turut meningkat 2,48% ke level 17,79, menandakan meningkatnya kehati-hatian investor global. Wall Street Ditutup Bervariasi Indeks utama di Wall Street ditutup mixed dengan kecenderungan melemah, dipicu oleh data penjualan ritel Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor keuangan.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat tipis 0,10% ke level 50.188,14. Namun, S&P 500 terkoreksi 0,33% ke posisi 6.941,81. Tekanan juga terlihat di pasar Eropa, di mana indeks FTSE 100 Inggris turun 0,31% ke level 10.353,84. Sebaliknya, pasar Asia mencatatkan penguatan signifikan dengan indeks Nikkei Jepang melonjak 2,28% ke level 57.650,54.
 
Dari sisi data ekonomi, Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel pada Desember tercatat stagnan atau tidak mengalami pertumbuhan (0% month-on-month), jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sekitar 0,4%. Padahal, Desember biasanya menjadi periode belanja puncak menjelang libur akhir tahun.
 
Secara tahunan, penjualan ritel AS hanya tumbuh 2,4% year-on-year, melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di level 3,3%. Data ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap perlambatan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi AS.
 
Sejalan dengan rilis data tersebut, saham-saham sektor ritel mengalami tekanan. Costco ditutup melemah 2,64%, sementara Walmart turun 1,80%.
 
Tekanan juga melanda sektor keuangan. Saham Morgan Stanley terkoreksi 2,45%, Charles Schwab anjlok 7,42%, dan LPL Financial merosot tajam hingga 8,31%. Pelemahan ini dipicu kekhawatiran investor setelah perusahaan teknologi Altruist meluncurkan perangkat lunak perencanaan pajak berbasis kecerdasan buatan terbaru, yang dinilai berpotensi mengganggu model bisnis tradisional perusahaan jasa keuangan.
 
Sementara itu, pergerakan harga komoditas cenderung melemah. Harga minyak mentah turun 0,62% ke USD 63,96 per barel, emas terkoreksi 0,64% ke USD 5.025,45 per ons, dan CPO melemah 1,51% ke level 4.038. Di sisi lain, harga nikel dan timah masing-masing menguat 0,81% dan 0,37%.
 
Secara keseluruhan, pasar global masih dibayangi sentimen kehati-hatian, seiring kombinasi data ekonomi yang melemah dan meningkatnya kekhawatiran akan disrupsi teknologi, khususnya AI, terhadap sektor-sektor tradisional. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Munas IKA Teknik Sipil Unhas, Ir Andi Subhan Mustari Jabat Ketua IKATSI-UH
• 19 jam laluharianfajar
thumb
KMP Unhas Sukses Gelar Try Out Akbar 2026
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Data dan Nyawa di Jaminan Kesehatan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Komoditas: CPO Turun 1,5 Persen, Nikel-Timah Menguat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Istana Pastikan Utang Proyek Whoosh Dibayar Pakai APBN
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.