Polisi Akan Periksa Saksi dan Jejak Digital Dugaan Pelecehan Guru ke Siswi SMA Pasar Rebo

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Timur akan memeriksa saksi-saksi terkait kasus dugaan pelecehan seksual guru SMA di Pasar Rebo, Jakarta Timur, terhadap siswi berinisial N. 

Selain itu, polisi juga akan menelusuri rekam jejak digital lantaran dugaan pelecehan tersebut terjadi melalui grup WhatsApp.

"Kami akan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dan pihak yang memberikan informasi kepada korban. Kami juga akan mengecek handphone untuk melihat rekaman maupun jejak digital," kata Wakasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Kompol Sri Yatmini, saat ditemui, Selasa (10/2/2026).

Sri mengatakan, pihaknya juga memberikan pendampingan psikologis terhadap korban.

"Saya terima anak korban, ibunya saya minta keluar. Saya peluk yang bersangkutan, lalu dia bercerita secara runtut sambil menangis. Dia merasa malu karena adanya grup tersebut," ungkap Sri.

Sri menyebut, penyelidikan kasus ini akan mengedepankan kepentingan anak sebagai korban dan saksi.

Baca juga: Siswi SMA Korban Dugaan Pelecehan Guru Pasar Rebo Dapat Pendampingan Psikologis

"Dalam proses ini, kami tetap mengedepankan kepentingan terbaik buat anak korban, terutama dari sisi psikisnya, apakah anak nyaman atau tidak saat dimintai keterangan," ucap Sri.

"Kami mengapresiasi anak korban yang berani speak up dan melaporkan kejadian ini untuk memutus mata rantai bullying di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru maupun teman-temannya. Ini harus dihentikan dan tidak boleh terjadi lagi," lanjut Sri.

Sebelumnya, sejumlah siswa sebuah SMA di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur, menggelar demo menyusul dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap siswinya, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, para siswa membawa poster dan menyampaikan orasi, menuntut keadilan atas dugaan kasus pelecehan tersebut.

Para siswa juga menyebutkan bahwa dugaan pelecehan tidak hanya terjadi baru-baru ini, tetapi diduga telah berlangsung sejak lama. Hal itu diperkuat oleh sejumlah alumni yang mulai berani menyuarakan pengalaman serupa.

Sementara itu, pengacara salah satu korban berinisial N, Wanda Al-Fathi Akbar, menjelaskan bahwa dugaan pelecehan dilakukan melalui pesan di grup WhatsApp.

"Oknum guru, nah, itu yang saling chat-chat-an jadi by WhatsApp ya. Dari WhatsApp itu saling membicarakan si korban. Membicarakan korban dan siswa-siswa lainnya mengenai fisiklah," jelas Wanda di sekolah tersebut, Senin.

Wanda menuturkan, jumlah korban diduga lebih dari dua orang. Namun, hingga kini baru beberapa siswi yang berani berbicara dan mengaku menjadi korban.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain pelecehan verbal, ia juga mengaku menerima informasi bahwa sejumlah korban diduga mengalami pelecehan fisik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
EKSKLUSIF! Penelusuran Lubang Raksasa di Aceh Tengah Seluas 3 Hektar | DIPO INVESTIGASI
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Pedas! Rizky Febian Beri Sindiran Menohok Ini ke Teddy Pardiyana Usai Sibuk Urusi Warisan Lina
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Ini Respons Pemprov Jakarta Soala Program Gentengisasi
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Negara dengan Gaji Guru Tertinggi di Dunia, Bagaimana di Indonesia?
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo Bertemu 5 Pengusaha di Hambalang Bahas Indonesia Incorporated
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.