Kesehatan Mental Siswa dan Tantangan Komunikasi dalam Ekosistem Pendidikan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kesehatan mental siswa merupakan persoalan kompleks yang terbentuk dari interaksi berbagai macam faktor psikologis, sosial, dan struktural.

Data mengenai sekitar 10.000 siswa di Kota Bandung—yang mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang 2025—perlu dibaca dalam konteks yang lebih luas, bukan hanya sebagai statistik semata, melainkan juga sebagai refleksi dari dinamika keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial yang saling berkaitan.

Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan akademik, perubahan pola pengasuhan keluarga, paparan media digital, serta tuntutan sosial yang semakin tinggi telah membentuk pengalaman psikologis siswa yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Dalam situasi ini, dapat dikatakan bahwa sekolah menjadi salah satu ruang interaksi utama bagi siswa dalam berbagi pengalaman tersebut. Namun, nyatanya sekolah bukan satu-satunya penyebab maupun penanggung jawab, melainkan bagian dari sebuah ekosistem komunikasi yang lebih luas.

Perspektif Psikologi Komunikasi Jalaluddin Rakhmat membantu memahami persoalan ini secara lebih komprehensif. Rakhmat menegaskan bahwa komunikasi tidak pernah berlangsung dalam ruang hampa.

Setiap proses komunikasi selalu dipengaruhi oleh kondisi psikologis individu, seperti emosi, persepsi, sikap, dan pengalaman hidup.

Dengan demikian, perilaku siswa—baik berupa diam, penarikan diri, maupun perubahan sikap—dapat dipahami sebagai bentuk pesan psikologis, meskipun tidak selalu disampaikan secara verbal oleh siswa tersebut.

Salah satu konsep penting dalam psikologi komunikasi adalah noise psikologis, yaitu gangguan yang bersumber dari kondisi internal individu, seperti kecemasan, tekanan emosional, rasa takut, atau trauma.

Dalam konteks siswa, persoalan di lingkungan keluarga, konflik relasi sosial, atau tekanan akademik sering kali menjadi noise yang menghambat kemampuan mereka untuk mengungkapkan kondisi mental secara terbuka.

Pesan emosional yang tidak tersampaikan ini kemudian muncul dalam bentuk perilaku yang sering kali disalahartikan.

Di sisi lain, proses komunikasi juga sangat dipengaruhi oleh persepsi interpersonal. Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya menjelaskan bahwa persepsi bukanlah hanya cerminan objektif realitas, melainkan juga hasil konstruksi psikologis individu.

Dalam praktik pendidikan, persepsi guru terhadap siswa memiliki peran penting dalam menentukan kualitas interaksi. Ketika perilaku siswa lebih cepat dibaca sebagai masalah kedisiplinan atau sikap negatif, ruang dialog psikologis cenderung menyempit.

Hal ini bukan semata-mata kesalahan individu guru, melainkan juga keterbatasan sistem dalam menyediakan ruang refleksi dan komunikasi empatik.

Dalam kerangka ini, peran guru bimbingan konseling (BK) menjadi signifikan. Guru BK berada pada posisi strategis sebagai penghubung antara pengalaman psikologis siswa dan sistem sekolah.

Namun, dalam praktiknya, fungsi BK sering kali bersifat administratif dan reaktif, bekerja ketika masalah sudah muncul atau tampak di permukaan. Padahal, menurut prinsip komunikasi interpersonal yang efektif, hubungan konseling seharusnya dibangun melalui empati, keterbukaan, dan sikap yang mendukung.

Upaya penguatan kapasitas guru BK—sebagaimana direncanakan oleh pemerintah daerah—perlu diarahkan bukan hanya pada aspek teknis, melainkan juga pada kompetensi komunikasi psikologis yang dimiliki.

Lebih jauh, sekolah dapat dipahami sebagai sistem komunikasi sosial yang melibatkan berbagai aktor, mulai dari siswa, guru, orang tua, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga layanan kesehatan eksternal seperti puskesmas.

Ketika koordinasi komunikasi antarunsur ini belum terintegrasi, informasi mengenai kondisi psikologis siswa menjadi terfragmentasi. Revitalisasi UKS dan penguatan kerja sama lintas sektor merupakan langkah penting, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada kejelasan alur komunikasi dan sensitivitas terhadap aspek psikologis siswa.

Data mengenai kesehatan mental siswa juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dapat dilepaskan dari dimensi kebijakan dan komunikasi publik yang terjadi.

Penyebutan angka yang besar berfungsi sebagai sinyal peringatan bagi semua pihak, tetapi kebijakan yang dihasilkan akan kehilangan makna apabila tidak diterjemahkan ke dalam praktik komunikasi sehari-hari di lingkungan pendidikan.

Dalam hal ini, tantangan utama bukan hanya pada perumusan program, melainkan juga pada bagaimana program tersebut diinternalisasi dan dijalankan oleh aktor-aktor di lapangan.

Oleh karena itu, pendekatan terhadap kesehatan mental siswa perlu bergeser dari pola reaktif menjadi pendekatan preventif berbasis komunikasi.

Guru wali kelas, guru BK, dan orang tua perlu dibekali kemampuan membaca sinyal psikologis siswa serta membangun pola komunikasi yang tidak menghakimi. Sekolah—sebagai bagian dari ekosistem—berperan menciptakan iklim komunikasi yang aman secara psikologis, meskipun tidak bekerja sendirian.

Pada akhirnya, kesehatan mental siswa tidak hanya berkaitan dengan keberadaan layanan psikolog atau konselor profesional. Ia sangat bergantung pada apakah siswa merasa memiliki ruang untuk didengar dan dipahami.

Dalam bahasa psikologi komunikasi, tantangan utamanya adalah membangun iklim komunikasi yang suportif dan manusiawi di tengah kompleksitas tuntutan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. Jika komunikasi dalam ekosistem pendidikan mampu dikelola secara empatik dan kolaboratif, kesehatan mental siswa tidak lagi dipandang sebagai beban individu, tetapi sebagai tanggung jawab bersama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Dikejar PKL Bergolok saat Penertiban, Ini Kata Walkot Bekasi
• 21 jam laludetik.com
thumb
The Time Place Rayakan 25 Tahun, Perkuat Ekosistem Kolektor Jam Tangan Mewah di Indonesia
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kabar Duka! Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
Garuda Metalindo (BOLT) Batalkan Pembagian Dividen Interim Rp58,59 Miliar, Ini Alasannya
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Hakim MK Minta Roy Suryo Cs Lampirkan Bukti Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.