Kisah Slamet, Muslim yang 30 Tahun Jaga Kelenteng di Tengah Laut Kalbar

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Kalbar -

Di tengah laut lepas Desa Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), berdiri sebuah kelenteng unik bernama Xiao Yi Shen Tang atau Xuan Wu Zhen Tan yang seolah mengapung di atas air. Kelenteng ini dijaga oleh seorang muslim berusia 74 tahun bernama Slamet.

Lokasi kelenteng tersebut sekitar lima kilometer dari daratan dan hanya bisa dijangkau dengan perahu klotok atau kapal wisata. Bangunan kelenteng berdiri sendirian di tengah laut, jauh dari hiruk pikuk kota.

Slamet disebut telah menjaga Kelenteng Timbul ini hampir 30 tahun. Setiap hari Slamet datang ke kelenteng menggunakan perahu dari rumahnya di kawasan pabrik di tepi pantai.

Baca juga: Festival Imlek Jakarta Digelar 13-17 Februari di Jalan Sudirman-Thamrin

Ia tiba sekitar pukul 07.00 WIB dan pulang pada pukul 17.00 WIB. Khusus hari Minggu, ia biasanya pulang lebih malam.

"Dulu saya jaga pekong ini dengan bayaran Rp 400 ribu. Setelah itu saya berhenti karena tidak cukup," ujar Slamet dilansir detikKalimantan, Selasa (10/2/2026).

Tak lama kemudian, Slamet kembali diminta menjaga kelenteng yang dibangun pada 1969 secara gotong royong oleh umat Tionghoa itu. Kali ini tanpa bayaran tetap. Ia mengaku lebih nyaman bekerja tanpa digaji karena merasa lebih bebas tak terikat.

"Kalau tidak digaji itu bebas, bisa ke mana-mana. Kalau digaji kan terikat," katanya.

Meski tak menerima upah, Slamet mengaku kerap mendapat uang dari pengunjung yang datang beribadah atau sekadar berwisata di kelenteng berukuran sekitar 20 x 20 meter dan menghadap ke timur tersebut. Dengan kondisi kaki yang tidak bisa berjalan sempurna, ia tetap setia menjalani aktivitas sehari-hari di tengah laut.

Selama hampir tiga dekade menjaga kelenteng, Slamet telah bertemu banyak orang dari berbagai daerah dan negara. Menjelang Imlek, pengunjung biasanya datang lebih ramai.

"Dari luar kota banyak, dari Jakarta ada. Pernah juga orang Belanda datang sama istrinya orang Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Cuti Bersama Imlek 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Liburnya

Soal perbedaan keyakinan, Slamet tak pernah mempermasalahkan. Menurutnya, selama pekerjaan tidak melanggar aturan dan norma, semuanya baik-baik saja.

"Semuanya sama saja menurut saya, tidak masalah," ucapnya singkat.

Baca selengkapnya di sini.




(dwr/idh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Michael Carrick Tak Sepenuhnya Kecewa Manchester United Gagal Kalahkan West Ham, Ini Alasannya
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Tuntutan Guru Madrasah, Wakil Ketua DPR: Prosesnya Tak Seperti Makan Cabai, Langsung Pedas
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Pratikno: Dampak Negatif Ruang Digital Jadi Tanggung Jawab Moral Bersama
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemensos dan BPS Maret Nanti Akan Door to Door Verifikasi Data Penerima BPJS PBI
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
AS Dituduh Hancurkan Tatanan Dunia, Utusan Trump Bilang Gini
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.