Moms, tidur sekasur dengan anak sering jadi solusi instan saat si kecil rewel atau sulit tidur. Rasanya lebih hangat, lebih dekat, dan orang tua pun bisa ikut beristirahat.
Tapi di balik kenyamanan itu, banyak orang tua bertanya-tanya, apakah anak boleh tidur sekasur dengan orang tua menurut rekomendasi medis? American Academy of Pediatrics (AAP) punya panduan penting yang perlu diketahui, Moms.
Apa Kata AAP tentang Tidur Sekasur?Menurut AAP, anak terutama bayi, tidak dianjurkan tidur sekasur dengan orang tua atau yang disebut bed sharing. Tidur di permukaan yang sama dengan orang dewasa dapat meningkatkan risiko keselamatan, seperti tercekik, tertimpa bantal atau selimut, hingga Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
Sehingga AAP justru merekomendasikan room sharing tanpa bed sharing, yaitu anak tidur di kamar yang sama dengan orang tua, tetapi di tempat tidur terpisah seperti crib atau bassinet. Cara ini dinilai lebih aman dan tetap memungkinkan orang tua memantau anak dengan mudah di malam hari.
Jangan Keliru Bed Sharing dan Room SharingBanyak orang tua menyebut semua tidur bersama sebagai co-sleeping. Padahal, ada perbedaan penting.
Bed sharing: anak tidur di kasur yang sama dengan orang tua.
Room sharing: anak tidur di kamar yang sama, tetapi di tempat tidur sendiri.
AAP menilai room sharing jauh lebih aman dibanding bed sharing, terutama pada usia bayi di bawah satu tahun. Tapi bagaimana dengan anak yang lebih besar?
Meski fokus utama AAP adalah keselamatan bayi, kebiasaan tidur sekasur juga perlu dipertimbangkan pada balita dan anak yang lebih besar. Tidur sekasur dalam jangka panjang bisa memengaruhi kemandirian anak dan kualitas tidur, baik untuk anak maupun orang tua, Moms.





