JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana alam banjir masih terus menghantui kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Bukan hanya menghambat aktivitas warga, air banjir juga menggerogoti infrastruktur di Jabodetabek, salah satunya jalan.
Pengamatan Kompas.com, imbas banjir yang terjadi di akhir tahun 2025, membuat jalan di Jakarta banyak yang berlubang.
Tak jarang, lubang-lubang tersebut membuat pengendara celaka, karena tak sengaja menghantamnya.
Peristiwa kecelakaan yang disebabkan jalan berlubang baru saja terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Salah satu pelajar berinisial ASP (16) tewas di tempat usai terjatuh, setelah menghantam jalan berlubang di kawasan tersebut, Senin (9/2/2026).
Oleh sebab itu, pemerintah tak berhenti melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan banjir, mulai dari pengerukan kali atau sungai, peninggian jalan, perbaikan drainase, dan lainnya.
Namun, upaya pemerintah nampaknya belum berdampak maksimal, banjir masih terus menghantui kawasan Jabodetabek, terutama Jakarta.
Baca juga: Menelusuri Ratusan Situ yang Hilang, Akar Masalah Banjir Jabodetabek Kian Parah
Situ dan danau hilang
Berbicara mengenai banjir Jabodetabek, tidak hanya semata-mata disebabkan, karena curah hujan yang tinggi.
Pakar Lingkungan Profesor Prabang Setyono dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, mengatakan salah satu penyebab semakin parahnya banjir di Jabodetabek, karena banyaknya situ dan danau yang hilang.
Mengutip Harian Kompas, berdasarkan data terakhir dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) di tahun 2019, situ yang tersisa di Jabodetabek hanya sekitar 208.
Sebanyak 102 situ berada di Kota dan Kabupaten Bogor. Lalu, 37 situ lainnya berada di Tangerang, 26 situ di Depok, 9 situ di Tangerang Selatan, 16 situ di Jakarta, dan 28 sisanya di Kabupaten dan Kota Bekasi.
Prabang sangat menyayangkan banyaknya situ atau danau yang hilang padahal perannya sebagai pengendali banjir sangat besar.
Sebab, danau atau situ merupakan kolam retensi alami atau disebut natural retention basin yang berguna untuk menampung banyak air ketika curah hujan sedang tinggi.