KPK Sita Dokumen terkait Suap Restitusi Pajak

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap terkait restitusi pajak di Kalimantan Selatan (Kalsel). KPP Madya Banjarmasin dan Kantor PT BKB digeledah penyidik pada Selasa, 10 Februari 2026.

"Dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan barang bukti berupa dokumen-dokumen yang terkait dengan restitusi atas lebih bayar PT BKB serta dokumen pengeluaran uang dari PT BKB," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Rabu, 11 Februari 2026.

Budi enggan memerinci dokumen yang disita. Penyidik akan memanggil saksi untuk mendalami temuan itu.
 

Baca Juga :KPK Dalami Kasus Suap Pajak dengan Panggil 5 Pihak Swasta


"Selanjutnya penyidik akan menganalisis setiap barang bukti yang diamankan untuk memperdalam bukti-bukti dugaan tindak pidana korupsi di sektor keuangan negara ini," ucap Budi.

KPK menetapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin Mulyono (MLY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengajuan restitusi pajak. Mulyono secara terang-terangan bertemu dengan pihak swasta untuk meminta uang apresiasi.

“MLY menyampaikan pada VNZ (Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti (BKB) Venasius Jenarus Genggor) bahwa permohonan restitusi PPN PT BKB dapat dikabulkan dengan menyinggung adanya ‘uang apresiasi’,” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Februari 2026.

Asep menjelaskan, KPP Madya sejatinya sudah memeriksa nilai lebih bayar pajak PT BKB. Sejatinya, ada Rp49,47 miliar kelebihan bayar dengan koreksi fiskal sebesar Rp1,14 miliar.

“Sehingga restitusi pajaknya menjadi Rp48,3 miliar,” ucap Asep.


Jubir KPK Budi Prasetyo. Foto: Metro TV/Candra

Mulyono mau memproses permintaan BKB jika diberikan uang. Mulyono menawarkan Rp1,5 miliar dengan opsi berbagi dengan Venasius.

“VNZ menyepakati permintaan tersebut dengan besaran Rp1,5 miliar kepada MLY sebagai uang ‘apresiasi’, dengan adanya uang ‘sharing’ untuk VNZ,” ucap Asep.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Kumpulkan Taipan Nasional di Hambalang, Dorong ‘Indonesia Incorporated’ untuk Genjot Ekonomi
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Ribut dengan Menteri Trenggono, Purbaya: Mungkin Data Saya Salah
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Eropa Makin Ganas Tekan Amerika, Begini Dampaknya
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bukan Lagi jadi Pesepakbola, Legenda Persib Bandung Vladimir Vujovic Banting Setir di Thailand
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
RI ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan 
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.