JAKARTA, DISWAY.ID-- Kepengurusan ALUDI (Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia) resmi serah terima jabatan (Sertijab) dari sebelumnya kepada periode 2026-2026. Patrick Gunadi, Ketua Umum ALUDI terpilih periode 2026-2029, langsung menerima Sertijab yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026 ini.
Kepengurusan ALUDI periode tahun 2026-2029 tersebut didukung oleh Heinrich Vincent sebagai Wakil Ketua Umum 1 (Pengembangan), Budiman Indrajaya selaku Wakil Ketua Umum 2 (Syariah) dan Yandhi Surya sebagai Wakil Ketua Umum 3 (Governance and Compliance).
Selain itu, dibantu oleh Ivo Rustandi sebagai Sekretaris Jenderal, Agung Wibowo selaku Bendahara Umum, Putri Madarina sebagai Kepala Bidang Pengembangan dan Giovanni Umboh sebagai Kepala Bidang Teknologi dan Informasi.
BACA JUGA:Pemerintah Luncurkan Program Stimulus Ekonomi, Optimalkan Lonjakan Mobilitas Idulfitri 2026
“Sertijab yang dilakukan pada hari ini, sekaligus memperkuat visi ALUDI yaitu untuk menjadi asosiasi yang tangguh, dapat diandalkan dan memberi manfaat dalam ekosistem industri layanan urun dana di Indonesia menindaklanjuti visi kepengurusan ALUDI sebelumnya,” jelas Patrick.
ALUDI disebutkannya, memiliki misi yaitu menghadirkan semangat kebersamaan dari anggota oleh anggota dan untuk anggota, membangun komunikasi internal dan eksternal secara transparan dan akuntabel dalam upaya menciptakan ekosistem industri serta terus mendorong literasi dan edukasi masyarakat dalam inklusi keuangan agar dapat menjadi manfaat bagi sebanyak-banyak umat.
“Layanan urun dana melalui penawaran efek berbasis teknologi informasi yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia, harus terus dibangun, diperkuat dan dijaga secara ekosistem dengan cara memperluas edukasi, penyebaran informasi, kolaborasi antar lembaga dan dilaksanakannya fungsi pengawasan oleh ALUDI,” tutur Ivo Rustandi, Sekretaris Jenderal ALUDI.
Empat fokus utama kepengurusan ALUDI yaitu mendorong pertumbuhan UMKM dan bisnis rintisan (startup) dan kesejateraan sosial secara lebih pesat dengan penerapan teknologi, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat dengan semangat gotong royong, menjaga minat dan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan nasional dan menjembatani talent gap yang ada di perekonomian Indonesia, khususnya di sektor industri keuangan.
BACA JUGA:Prabowo Kumpulkan Konglomerat di Hambalang, Bahas Indonesia Incorporated
Dalam kesempatan itu, Patrick Gunadi mengingatkan, bahwa ingkat kepercayaan terhadap industri keuangan Indonesia harus tetap kokoh didukung fundamental ekonomi yang solid, meskipun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada tahun 2025 sempat berfluktuasi.
OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang melakukan pengawasan pada bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, termasuk layanan urun dana, juga bersinergi dengan ALUDI (Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia).
Industri Securities Crowdfunding (SCF) di Indonesia menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang luar biasa dalam kurun waktu satu tahun terakhir, di mana total penghimpunan dana melonjak signifikan dari Rp1,53 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp2,04 triliun per Februari 2026.
Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi jumlah penerbit (UMKM) yang meningkat tajam sebesar 33%, dari 804 entitas menjadi 1.073 entitas, serta dominasi sektor Syariah yang kini berkontribusi sebesar Rp1,14 triliun atau mencakup lebih dari 56% total pendanaan industri.
“Tren positif industri SCF juga tercermin dari basis investor yang terus meluas hingga mencapai 187.291 pemodal. Dengan momentum kenaikan dana yang konsisten dan dukungan instrumen yang semakin variatif seperti Sukuk dan Saham, industri ini diproyeksikan akan terus tumbuh kuat sebagai pilar pendanaan alternatif utama bagi UMKM nasional di masa depan,” ungkap Patrick.





