“Di tahun 2025 kami telah mendukung kurang lebih 416 penerima Beasiswa yang saat ini berkuliah di berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia,” ujar Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen) Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, dalam siaran pers, Rabu, 11 Februari 2026.
Dia memaparkan Beasiswa Garuda Sarjana merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang terintegrasi dalam ekosistem SMA Unggul Garuda. Tahun ini, sistem seleksi Beasiswa Garuda Sarjana mengalami sejumlah penyesuaian.
Perubahan dilakukan agar program beasiswa lebih terukur dan selaras dengan arah kebijakan pemerintah. Salah satu perubahan utama adalah penetapan tujuan studi berdasarkan peringkat program studi terbaik dunia, bukan lagi peringkat universitas secara umum.
“Tahun ini sudah dipilih 100 ranking subject, jadi rankingnya berdasarkan kepada bidang studi atau prodi yang terbaik berdasarkan QS,” sebut Najib.
Penyesuaian diarahkan untuk mendukung 10 bidang prioritas nasional, antara lain kesehatan, ketahanan pangan, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi industri, energi, hingga hukum dan kebijakan publik. Selain itu, Letter of Acceptance (LoA) tidak lagi menjadi syarat utama.
Baca Juga :
Beasiswa Garuda 2026 Buka Pendaftaran Gelombang I Mulai 15 Februari, Simak Jadwal LengkapnyaPendanaan Beasiswa Garuda Sarjana bersumber dari Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh LPDP. Pendaftaran dilakukan terintegrasi melalui portal resmi LPDP.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyebut Beasiswa Garuda Sarjana (S1) Tahun 2026 merupakan langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global untuk mendukung pembangunan nasional. Dia menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas utama pemerintah.
“Kita menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global,” ujar Brian.
Dia menjelaskan Beasiswa Garuda bertujuan memilih talenta terbaik bangsa untuk mengenyam pendidikan kelas dunia. Mulai tahun 2026, pemerintah juga memperluas skema studi melalui program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri.
“Kita juga akan memilih talenta-talenta terbaik itu untuk bersekolah di kampus-kampus top di Indonesia, tapi dengan tambahan joint degree atau double degree ke sekolah-sekolah di luar negeri,” ujar Brian.
Dia memastikan proses seleksi Beasiswa Garuda Sarjana dilakukan secara objektif dan terbuka bagi seluruh peserta.
Pemerintah berharap melalui Beasiswa Garuda Sarjana 2026 dapat melahirkan generasi cendekiawan muda yang unggul secara akademik serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




