Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) menyatakan siap untuk memfasilitasi pendidikan komponen cadangan untuk 4.000 aparatur sipil negara (ASN) yang dicanangkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ditemui di Jakarta, Rabu, saat ditanya mengenai pelibatan TNI AD dalam pendidikan komcad untuk ASN.
“Jadi kalau apa yang kami punya nanti petunjuknya bagaimana kita siapkan semaksimal mungkin apa yang kita bisa. Jadi memang yang paling punya banyak fasilitas untuk berlatih saya kira Angkatan Darat,” kata dia.
KSAD menyebut teknis lebih lanjut mengenai hal itu menanti kebijakan dari Markas Besar TNI, mengingat pelaksanaan nantinya akan melibatkan seluruh matra.
“Kebijakan ini saya kira dari Mabes TNI nanti. Mungkin lebih detail ditanya ke Mabes TNI. Perencanaan ini kan pasti nanti pelaksanaannya dilakukan oleh [TNI Angkatan] Darat, Laut, dan Udara,” ujarnya.
Adapun Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyebut pendidikan dasar komponen cadangan atau komcad untuk 4.000 ASN kemungkinan akan dimulai pada bulan April 2026.
“Mungkin nanti di akhir bulan depan. April mungkin kira-kira akan kita mulai nanti,” kata dia, menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan sebanyak 4.000 ASN yang dilatih menjadi komcad itu akan diambil dari seluruh kementerian dan lembaga yang ada. Nantinya, nama-nama ASN dimaksud akan diserahkan oleh pihak kementerian/lembaga.
“Nanti akan kita seleksi, [kalau] memenuhi syarat, baru kita mulai program tersebut,” tuturnya.
Menurut dia, program ini merupakan bagian dari sistem kesemestaan pertahanan Indonesia, yakni seluruh komponen bangsa ikut terlibat dalam mempertahankan negara.
Ia pun memastikan program ini tidak tumpang tindih dengan tugas ASN.
“Saya rasa ini akan sejalan dengan tugas mereka di ASN, ya. Ini kan hanya sekitar dua bulan mereka mendapatkan pelatihan komcad ini. Setelah itu, mereka kembali lagi melaksanakan tugas sebagai ASN. Jadi, tidak ada halangan ataupun konflik dari tugas-tugas mereka nantinya,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan sebanyak 4.000 ASN kementerian dan lembaga yang ada di Jakarta akan diikutsertakan menjadi komcad pada semester pertama tahun ini.
Ia menjelaskan para ASN diikutsertakan menjadi komcad guna menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dalam mengabdi kepada negara. Nantinya, ASN yang berusia 18 sampai 35 tahun diikutsertakan dalam berbagai pelatihan dasar militer.
Pernyataan itu dikatakan Menhan, saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia yang mengikuti retret di Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1).
Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ditemui di Jakarta, Rabu, saat ditanya mengenai pelibatan TNI AD dalam pendidikan komcad untuk ASN.
“Jadi kalau apa yang kami punya nanti petunjuknya bagaimana kita siapkan semaksimal mungkin apa yang kita bisa. Jadi memang yang paling punya banyak fasilitas untuk berlatih saya kira Angkatan Darat,” kata dia.
KSAD menyebut teknis lebih lanjut mengenai hal itu menanti kebijakan dari Markas Besar TNI, mengingat pelaksanaan nantinya akan melibatkan seluruh matra.
“Kebijakan ini saya kira dari Mabes TNI nanti. Mungkin lebih detail ditanya ke Mabes TNI. Perencanaan ini kan pasti nanti pelaksanaannya dilakukan oleh [TNI Angkatan] Darat, Laut, dan Udara,” ujarnya.
Adapun Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyebut pendidikan dasar komponen cadangan atau komcad untuk 4.000 ASN kemungkinan akan dimulai pada bulan April 2026.
“Mungkin nanti di akhir bulan depan. April mungkin kira-kira akan kita mulai nanti,” kata dia, menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan sebanyak 4.000 ASN yang dilatih menjadi komcad itu akan diambil dari seluruh kementerian dan lembaga yang ada. Nantinya, nama-nama ASN dimaksud akan diserahkan oleh pihak kementerian/lembaga.
“Nanti akan kita seleksi, [kalau] memenuhi syarat, baru kita mulai program tersebut,” tuturnya.
Menurut dia, program ini merupakan bagian dari sistem kesemestaan pertahanan Indonesia, yakni seluruh komponen bangsa ikut terlibat dalam mempertahankan negara.
Ia pun memastikan program ini tidak tumpang tindih dengan tugas ASN.
“Saya rasa ini akan sejalan dengan tugas mereka di ASN, ya. Ini kan hanya sekitar dua bulan mereka mendapatkan pelatihan komcad ini. Setelah itu, mereka kembali lagi melaksanakan tugas sebagai ASN. Jadi, tidak ada halangan ataupun konflik dari tugas-tugas mereka nantinya,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan sebanyak 4.000 ASN kementerian dan lembaga yang ada di Jakarta akan diikutsertakan menjadi komcad pada semester pertama tahun ini.
Ia menjelaskan para ASN diikutsertakan menjadi komcad guna menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dalam mengabdi kepada negara. Nantinya, ASN yang berusia 18 sampai 35 tahun diikutsertakan dalam berbagai pelatihan dasar militer.
Pernyataan itu dikatakan Menhan, saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia yang mengikuti retret di Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1).





