Iran Tingkatan Penindakan Keras Setelah Negosiasi dengan AS, Hukuman Peraih Nobel Perdamaian Diperpanjang

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Setelah menewaskan ribuan orang dalam penindasan terhadap aksi protes nasional, rezim otoriter Iran kembali meningkatkan tekanan terhadap para pembangkang. Pada akhir pekan lalu, seorang peraih Nobel Perdamaian dijatuhi tambahan hukuman penjara selama 7,5 tahun, sementara sejumlah tokoh politik reformis ternama juga ditangkap oleh pihak berwenang.

Peraih Nobel Perdamaian dan aktivis HAM Iran, Narges Mohammadi, menyatakan:  “Halo! Salam untuk kebebasan! Perempuan, kehidupan, kebebasan! Kebebasan adalah hak kami!”

Etindonesia. Peraih Nobel Perdamaian sekaligus aktivis HAM Iran, Narges Mohammadi, dijatuhi tambahan hukuman penjara selama 7,5 tahun. Pada 8 Februari, ia menelepon pengacaranya dari dalam penjara dan mengonfirmasi bahwa sehari sebelumnya ia kembali dijatuhi vonis ilegal terbaru.

Pada hari yang sama, media milik negara Iran mengumumkan bahwa empat tokoh politik reformis, termasuk mantan Wakil Menteri Luar Negeri urusan Amerika Serikat Mohsen Aminzadeh dan tokoh politik senior Ebrahim Asgharzadeh, telah ditangkap pada akhir pekan lalu.

Mereka dituduh melanggar Konstitusi Iran, berupaya merusak stabilitas negara, serta berkolusi dengan “rezim Zionis dan Amerika Serikat” untuk menghasut kerusuhan, di antara berbagai tuduhan lainnya.

Pada 8 Februari, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan keras dalam konferensi kebijakan luar negeri nasional, menegaskan bahwa rezim Islam Iran tidak akan menghentikan program pengayaan uranium.

“Mengapa kami terus bersikeras menjalankan program pengayaan uranium, bahkan ketika perang dipaksakan kepada kami? Karena tidak ada seorang pun yang berhak menentukan apa yang boleh atau tidak boleh kami miliki,” katanya.

Pada Jumat lalu, Amerika Serikat dan Iran kembali memulai perundingan terkait program nuklir Teheran. Panglima Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, turut menghadiri perundingan tersebut.

Setelah perundingan tidak langsung AS–Iran, Laksamana Cooper mendampingi utusan Gedung Putih Steve Witkoff serta menantu Presiden Trump, Jared Kushner, meninjau kapal induk USS Abraham Lincoln yang berlabuh di Laut Arab.

Pada hari yang sama, ketika ditanya wartawan mengenai perundingan AS–Iran, Presiden Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan kepada pemerintah Iran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan:  “Iran tampaknya sangat ingin mencapai kesepakatan. Kita harus melihat seperti apa isi kesepakatannya. Namun saya pikir Iran memang sangat, sangat ingin mencapai kesepakatan—dan memang seharusnya begitu. Mereka tahu konsekuensinya. Jika tidak ada kesepakatan, harga yang harus dibayar akan sangat mahal. Kita tunggu saja.”

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menyatakan bahwa upaya Iran untuk memperoleh senjata nuklir bukan hanya mengancam Timur Tengah, tetapi juga perdamaian dunia.

Kantor Perdana Menteri Israel merilis pernyataan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan berkunjung ke Washington pada Rabu (11/2) pekan ini untuk bertemu Presiden Trump dan membahas perundingan kesepakatan nuklir AS–Iran.

Pernyataan tersebut menyebutkan:  “Perdana Menteri menilai bahwa semua perundingan harus mencakup pembatasan rudal balistik (Iran) serta penghentian dukungan terhadap poros Iran.” Hal dimaksud dengan “poros Iran” adalah kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di wilayah Palestina.

Laporan kompilasi oleh reporter New Tang Dynasty Television, Zhao Fenghua.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PNM Raih Sertifikat Label Taat Zakat sebagai Perusahaan Taat Zakat dari BAZNAS
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Ada Game Mirip Minecraft Kembali ke Steam
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
BPOM Temukan 41 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Ilegal, Berikut Daftarnya
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jelang Imlek, Presiden Xi Jinping Blusukan Sapa Warga Beijing
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
• 19 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.