Menkes: Puskesmas yang Hancur Imbas Bencana di Aceh Sudah Selesai Dibangun

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pembangunan kembali puskesmas yang hancur akibat bencana di Aceh diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan.

“Yang hancur ini ada satu Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan satu lagi Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara,” jelas Budi dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

“Dan saya di sini khusus mengucapkan terima kasih kepada Menteri PU (Dody Hanggodo), kita bisa lihat bahwa ini yang di Lokop, Aceh Timur, dalam waktu kurang dari satu bulan ini sudah selesai dibangun yang baru oleh Kementerian PU,” lanjutnya.

Ia menyebut Puskesmas Lokop di Aceh Timur menjadi salah satu contoh percepatan pembangunan fasilitas kesehatan pascabencana. Bahkan, puskesmas tersebut direncanakan segera diresmikan.

“Dan saya rencananya Jumat ini akan pergi ke Aceh Timur untuk meresmikan Puskesmas yang baru ini. Jadi dalam waktu kurang satu bulan, terima kasih Pak Menteri PU, hadiah ulang tahun terbaik bagi kami dari Bapak, yang sudah selesai,” ujar Budi.

“Menteri PU luar biasa, berani dalam waktu satu bulan juga sudah selesai. Rencananya kita akan kejar, ini agak di belakang yang Lokop, kita usahakan agar bisa diresmikan juga nanti hari Jumat nanti,” tambahnya.

Budi memaparkan, dampak bencana terhadap fasilitas kesehatan di tiga provinsi tergolong besar, terutama pada puskesmas. Dari total 1.265 puskesmas terdampak, ratusan sempat berhenti beroperasi.

“Dari 1.265 Puskesmas di tiga provinsi yang terdampak, pada saat awal bencana 867 tuh berhenti beroperasi,” jelasnya.

Setelah proses revitalisasi dimulai pada 1 Desember, jumlah puskesmas yang tidak dapat beroperasi karena kondisi kerusakan berat terus menurun.

“Dan begitu kita mulai revitalisasi 1 Desember, yang benar-benar tidak bisa beroperasi karena penuh lumpur, ada yang selutut, ada yang sebetis, ada yang sedada itu 152. Dan sampai saat ini tinggal dua yang belum beroperasi karena hancur,” kata Budi.

Selain pembangunan fisik, pemenuhan alat kesehatan juga dilakukan melalui dukungan berbagai pihak sambil menunggu pencairan anggaran pemerintah.

“Kita bisa lihat bahwa ini alat-alatnya juga kita dapat dari donasi. Karena sambil menunggu, menunggu anggaran dicairkan, kita tidak mau menunggu, kita mencari donasi-donasi masyarakat banyak sekali membantu modal sosial, rakyat Indonesia luar biasa,” jelas Budi.

Budi menyebut bantuan dari BUMN turut mempercepat operasional puskesmas.

“Ini alat-alatnya, teman-teman di BUMN yang membantu, ini Pegadaian sudah membantu melengkapi Puskesmas ini. Sehingga tanpa menunggu cairnya anggaran sudah bisa beroperasi,” katanya.

Ia menegaskan, secara keseluruhan hampir seluruh puskesmas terdampak kini telah kembali berfungsi.

“Sekali lagi ini teman-teman baju hijau dan baju cokelat itu sangat banyak membantu, Pak Menko dan Pak Mendagri, sehingga dalam waktu tidak sampai kurang dari satu bulan semua Puskesmas ini bisa beroperasi kembali,” tutur dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI AD Gelar Rapim Bahas Kesejahteraan Prajurit-Program Prioritas Presiden
• 6 jam laludetik.com
thumb
Puluhan Mahasiswa STIK Angkatan 83 Jalankan Misi Kemanusiaan di Aceh
• 10 jam laludetik.com
thumb
Gedung MUI 40 Lantai di Kawasan Bundaran HI dalam Proses Desain, Janji Prabowo Mulai Direalisasikan
• 11 jam laludisway.id
thumb
BP3MI Jatim Sebut Masih Ada Ribuan Anak Stateless Tanpa Hak Sosial di Negara Perantauan
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
YouTube dan Google Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital pada Safer Internet Day 2026
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.