Trump Ancam Tindakan Keras terhadap Iran saat Netanyahu ke Washington

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mempertimbangkan pengerahan kapal induk kedua ke wilayah Teluk sebagai persiapan kemungkinan aksi militer terhadap Iran.

Langkah ini diambil di tengah upaya diplomasi yang sedang berjalan dan rencana kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington.

Dalam wawancara dengan media Axios, Trump mengonfirmasi sedang memikirkan untuk mengirim tambahan armada tempur ke Timur Tengah. Kapal induk baru tersebut direncanakan menyusul USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dahulu bersiaga di kawasan tersebut dengan dukungan jet tempur dan rudal Tomahawk.

Baca Juga :

Trump Pertimbangkan Kirim Kapal Induk Kedua, Ketegangan AS-Iran Meningkat
Peningkatan kekuatan militer ini beriringan dengan dimulainya kembali jalur diplomasi. Pejabat AS dan Iran telah melangsungkan pertemuan di Oman pekan lalu, yang merupakan dialog pertama sejak konflik Juni tahun lalu.

Trump mengatakan bahwa Iran kini bernegosiasi dengan lebih serius karena adanya ancaman militer yang nyata.

"Pilihannya hanya dua: kita mencapai kesepakatan atau kami akan melakukan sesuatu yang sangat keras seperti sebelumnya," tegas Trump, seperti dikutip TRT World, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa putaran kedua perundingan dijadwalkan akan berlangsung pekan depan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba di Washington pada hari Rabu, dengan sikap skeptis terhadap prospek perundingan tersebut. Sebelum keberangkatannya, Netanyahu mengatakan akan memaparkan pandangan Israel mengenai prinsip-prinsip negosiasi yang dianggapnya krusial bagi keamanan Timur Tengah.

Trump mendesak agar kesepakatan baru mencakup program nuklir sekaligus cadangan rudal balistik Iran. Sementara itu, Iran melalui penasihat agung Ali Larijani memperingatkan AS agar tidak terpengaruh oleh intervensi Israel yang dianggap destruktif bagi proses perdamaian.

Pemerintah AS telah mengeluarkan peringatan bagi kapal komersial berbendera AS untuk menghindari perairan Iran guna mengantisipasi eskalasi konflik. Di sisi lain, Teheran tetap pada pendiriannya bahwa mereka hanya akan membahas program nuklir dan tidak akan melepaskan hak untuk melakukan pengayaan uranium.

Trump meyakini bahwa Netanyahu sebenarnya juga menginginkan kesepakatan, asalkan kesepakatan tersebut bersifat kuat dan menguntungkan bagi stabilitas kawasan.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian Imipas Akan Bangun "Mega Prison" Berkapasitas 5.000 Orang di Nusakambangan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi Maling Nyamar Jadi Pembeli-Pasutri Curi Motor di Showroom Bogor
• 4 jam laludetik.com
thumb
Hasil Liga Inggris, Klasemen, dan Top Skor: Chelsea dan MU Tersandung, Liverpool Berpeluang Mendekat ke-4 Besar
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Air Mata Haru Warnai Bantuan Kursi Roda Gek Cenini untuk Warga Jembrana
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Bonatua Sebut Informasi yang Diuji Roy Suryo Cs Identik dengan Salinan Ijazah dari KPU RI
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.