Moody’s Turunkan Outlook, Bagaimana Nasib Obligasi RI?

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai penurunan outlook kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Moody's dari stabil menjadi negatif tak terlalu memengaruhi proyeksi penerbitan obligasi di Indonesia.

Chief Economist Pefindo, Suhindarto mengatakan, penurunan itu lebih dipengaruhi faktor kebijakan dan komunikasi kebijakan yang memunculkan risiko terhadap pengelolaan fiskal. Kendati demikian, dia menilai kondisi tersebut masih berada pada level risiko dan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap relatif kuat.

Pefindo pun masih mempertahankan proyeksi pasar surat utang domestik 2026 ini dalam rentang Rp 154 triliun hingga Rp 196,86 triliun. “Meskipun di awal tahun ini relatif cukup banyak gonjang-ganjingnya, atau dari sisi tantangannya di pasar surat utang sendiri, kami tetap optimistis kalau proyeksi kami masih bisa dicapai di tahun ini," ungkap Suhindarto dalam konferensi persnya secara virtual, Rabu (11/2). 

Dia lantas membandingkan ketidakpastian pasar saat ini dengan periode sebelumnya, seperti pada 2021 kala isu kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan dinamika politik global masih tinggi. Ia menilai kondisi saat ini relatif lebih terkendali.

Dari sisi biaya dana, kata Suhindarto, kenaikan yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun belakangan ini juga belum kembali ke level awal 2025. Dia menjelaskan, penurunan yield obligasi sebelumnya seiring pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 125 basis poin. Namun setelah berhentinya siklus pelonggaran moneter pada Oktober, yield sempat naik tipis dan cenderung bergerak mendatar dibandingkan tren penurunan pada tiga kuartal sebelumnya. 

Sejauh ini, Pefindo masih mempertahankan proyeksinya seiring dengan menilai perkembangan outlook pasar. Di samping itu, biaya dana pada awal 2026 ini dinilainya masih relatif lebih murah dibandingkan periode awal 2025. Ia menegaskan, pasar surat utang tidak seburuk yang dikhawatirkan meskipun terdapat sentimen negatif dari perubahan outlook Moody’s.

Adapun Pefindo mencatat penerbitan obligasi sepanjang 2025 mencapai Rp 284,3 triliun, melampaui rekor sebelumnya pada 2017. Dari sisi penerbit, kelompok BUMN menyumbang penerbitan sekitar Rp 137,5 triliun sementara perusahaan swasta menerbitkan Rp 146,8 triliun.

Moody’s Ubah Outlook Indonesia Jadi Negatif

Lembaga pemeringkat kredit internasional, Moody's Ratings sebelumnya menurunkan peringkat outlook kredit RI dari stabil menjadi negatif. Perubahan outlook tersebut didorong oleh menurunnya prediktabilitas dalam perumusan kebijakan pemerintah yang dinilai berisiko melemahkan efektivitas kebijakan sekaligus kualitas tata kelola pemerintahan. 

Moody’s menilai jika tren ini berlanjut, kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menjadi penopang stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan ekonomi dapat tergerus. 

Kendati demikian, lembaga itu menegaskan bahwa penegasan peringkat Baa2 mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia. Hal ini didukung oleh kekuatan struktural seperti kekayaan sumber daya alam dan bonus demografi.

"Terlepas dari munculnya risiko, penegasan (peringkat Baa2 untuk Indonesia) tersebut juga didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang bijaksana yang telah menghasilkan stabilitas makroekonomi," tulis lembaga itu dalam pengumumannya. 

Moody’s mencatat, dalam setahun terakhir terjadi peningkatan volatilitas di pasar saham dan nilai tukar, yang antara lain dipicu oleh komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif serta lemahnya konsistensi proses pengambilan kebijakan. Kondisi ini sejalan dengan penurunan skor Indonesia pada indikator efektivitas pemerintahan dan kualitas regulasi dalam Worldwide Governance Indicators.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Baru Melantai 5 Tahun, Emiten Ini Malah Mau Go-Private!
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Qatar Open 2026: Iga Swiatek Perpanjang Rekor Bagel Seusai Kalahkan Janice Tjen
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Menkes Sentil Orang Kaya Peserta BPJS PBI: Masa Tidak Bisa Bayar Rp 42.000?
• 8 jam lalukompas.com
thumb
PNM terima Sertifikat Label Taat Zakat dari BAZNAS
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Jual Mobil Kredit Leasing, Choirul Anam Divonis Dua Tahun Penjara
• 4 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.