JAKARTA, DISWAY.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi keterlibatan Polri dalam membantu penyelenggaraan Sekolah Rakyat, khususnya pada proses penguatan kedisiplinan siswa.
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Pimpinan Polri 2026 di The Krakatau Grand Ballroom Pintu 1 TMII, Jakarta Timur, Rabu 11 Februari 2026.
“Saya kembali kepada apa yang ada di Sekolah Rakyat, tentu di sana ada penguatan kedisiplinan, hari ini, enam bulan kemudian. Pak Kapolri, saya ingin berterima kasih, teman-teman polisi banyak membantu kami di lapangan bersama TNI dalam rangka penguatan kedisiplinan (siswa),” kata Gus Ipul.
BACA JUGA:Waduh! Gus Ipul Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
Gus Ipul menjelaskan penguatan kedisiplinan merupakan salah satu bagian penting pada proses pembelajaran di Sekolah Rakyat, untuk membentuk kemandirian dan karakter siswa.
“Yang awalnya anak-anak itu sungguh tidak tertib, tidak terbiasa dengan jadwal yang padat, kemudian mudah mengantuk, dan seterusnya. Sekarang alhamdulillah lewat proses penguatan kedisiplinan, semuanya sudah lebih nyaman, bisa mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Dalam paparannya, Gus Ipul menyampaikan Sekolah Rakyat bertujuan menghadirkan pendidikan berkualitas gratis bagi keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan, keluarga yang belum beruntung, keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
BACA JUGA:Gus Ipul Bilang RS Wajib Layani Pasien Meski BPJS Nonaktif: Administrasi Belakangan!
“Ini yang disebut oleh Bapak Presiden sebagai The Invisible People, saya kira jajaran Polri mengetahui dengan baik, karena punya Bhabinkamtibmas, punya jejaring yang sampai ke daerah, dan inilah sebenarnya yang mendapatkan atensi khusus dari Bapak Presiden, agar mereka juga mendapatkan satu pendidikan yang memadai dan agar menjadi generasi tangguh pada Indonesia Emas yang akan datang,” ungkapnya.
Data Badan Pusat Stastistik (BPS) menunjukan hampir 4 juta anak usia sekolah yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah atau berpotensi putus sekolah.
Dalam hal ini penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjadi bentuk kegiatan konkret mandat konstitusi yaitu fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
BACA JUGA:Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
“Ini adalah salah satu cara Bapak Presiden Prabowo, untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terantar sebagai mandat undang-undang dasar kita. Dalam rangka mewujudkan pasal 34 itu, undang-undang menuntun kita,” ujar Gus Ipul.
Lebih lanjut, Sekolah Rakyat tidak hanya memfasilitasi pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, tapi juga menjadi miniatur pengentasan kemiskinan melalui program-program prioritas Presiden yang saling terintegrasi seperti orang tuanya mendapatkan program pemberdayaan, rumahnya diperbaiki, menjadi anggota Kopdes Merah-Putih, diberikan bansos lengkap termasuk PBI-JK.
“Intinya Pak Kapolri, anaknya sekolah sampai lulus, nanti keluarganya akan naik kelas menjadi keluarga yang lebih mandiri,” kata Gus Ipul.
- 1
- 2
- »





