JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin mendorong Pemerintah Timor Leste untuk mengaktifkan kembali Pas Lintas Batas (PLB) sebagai langkah strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta peningkatan aktivitas ekonomi lintas batas di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste, Kamis, 5 Februari 2026.
Kepala PLBN Motamasin, Engelberthus Klau, menyampaikan bahwa pengaktifan kembali Pas Lintas Batas sangat penting untuk memulihkan dinamika sosial dan ekonomi masyarakat perbatasan yang selama ini bergantung pada aktivitas lintas negara.
BACA JUGA:Detik-Detik Pesawat Smart Air Diserang di Papua Tewaskan Pilot dan Kopilot, 12 Penumpang Berlarian ke Hutan
BACA JUGA:Akun Kamu Bakal Terima Cuan hingga Rp300.000 dari Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Hari Ini, Buruan Cek Cara Klaimnya!
“Pas Lintas Batas memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat perbatasan. Dengan diaktifkannya kembali PLB, masyarakat Timor Leste dapat kembali melakukan aktivitas lintas batas secara legal, termasuk berbelanja dan berinteraksi ekonomi di Pasar PLBN Motamasin,” ujar Engelberthus Klau, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Pasar PLBN Motamasin merupakan ruang ekonomi bersama yang dirancang untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat di kedua negara.
“Aktivitas perdagangan lintas batas tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste,” jelasnya.
Menurut Engelberthus, pengaktifan kembali Pas Lintas Batas akan memberikan dampak signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menggantungkan usahanya pada aktivitas perdagangan lintas batas.
BACA JUGA:20 Lokasi Nonton Barongsai di Jakarta saat Perayaan Imlek 2026 Lengkap Jadwal Pertunjukannya, Ada di PIK-Lapangan Banteng
“UMKM di kawasan perbatasan membutuhkan kepastian akses dan mobilitas. Pas Lintas Batas yang aktif akan menjadi penggerak utama roda ekonomi masyarakat perbatasan secara inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Engelberthus Klau menyampaikan bahwa apabila pengaktifan kembali Pas Lintas Batas dapat direalisasikan oleh Pemerintah Timor Leste, maka permintaan pembukaan pelayanan PLBN Motamasin pada hari Minggu dapat dipertimbangkan.
“Pembukaan layanan pada hari Minggu tentu memerlukan kesiapan sumber daya manusia, pengaturan operasional lintas instansi, serta adanya kebutuhan yang jelas. Namun pada prinsipnya, BNPP terbuka sepanjang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ungkapnya.
BNPP melalui PLBN Motamasin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama lintas batas dengan Pemerintah Timor Leste berdasarkan prinsip resiprokal, kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, serta berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan dengan pihak terkait, BNPP mendorong terwujudnya kebijakan lintas batas yang saling menguntungkan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, penguatan aktivitas ekonomi, serta menjaga stabilitas dan ketertiban di kawasan perbatasan.





