Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, bahwa partainya belum membahas terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2029.
Hal itu diungkapkan Hasto merespon soal banyaknya kabar partai-partai sudah melakukan cocokologi pendamping Prabowo di tahun 2029 mendatang.
Menurutnya, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah saat ini dibanding membahas Pilpres yang akan berlangsung tiga tahun ke depan.
"Kalau kita lihat dalam sektor pendidikan, penanganan bencana yang belum juga selesai, ketidakadilan didalam mendapatkan kehidupan yang layak secara kemanusiaan, itu masih terjadi. Ya lebih baik kita fokus untuk menyelesaikan masalah-masalah rakyat," katanya di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).
Hasto mengungkapkan, bahwa tanpa dibahas sekarang, pemilu akan terjadi lima tahun sekali. Sehingga, yang terpenting saat ini bagaimana berlomba-lomba untuk mencapai prestasi bagi rakyat.
"Jadi kontestasi adalah kontestasi mencapai prestasi bagi rakyat. Bukan kontestasi di dalam sekedar berbicara elektoral yang memang waktunya itu sudah terjadwal dan masih lama. Itu sikap dari PDI Perjuangan," ungkapnya.
Sekedar informasi, sejumlah partai politik telah melakukan persiapan untuk menyambut Pilpres di tahun 2029. Salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN).
Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, memastikan partainya sudah bulat kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
Namun untuk posisi wakil presiden, PAN membuka kemungkinan selain Gibran Rakabuming Raka, termasuk mendorong kader sendiri.
"Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik," ujar Eddy saat memberikan keterangan di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (5/2/2026).
Eddy menekankan paket capres-cawapres tidak dapat diputuskan secara tergesa karena menyangkut strategi politik jangka panjang.
"Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya bisa bekerjasama dengan baik ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya," ucapnya.
"Jadi pertimbangan-pertimbangannya banyak untuk itu. Oleh karena itu, biarkan itu berjalan tetapi kita hari ini sudah berketetapan hati," tambahnya.
Ia juga menegaskan konsistensi dukungan PAN terhadap Prabowo.
"Kita sudah mendukung Pak Prabowo tiga kali, keempat kalinya itu sudah jadi jawaban kita," pungkasnya. (aha/muu)



