Director of Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro mengaku perusahaan strategi perang harga untuk berkompetisi di pasar otomotif nasional.
"Pastinya persaingan harga merupakan salah satu strategi, ya. Tetapi untuk Mitsubishi itu bukan merupakan strategi utama, bahwa kita ada beberapa sales program untuk memudahkan konsumen dalam menjangkau harga," ucap Irwan ditemui di Kemayoran, Jakarta (10/2/2026).
Lanjut Irwan, alih-alih pada penyesuaian banderol semata, perusahaan lebih memilih menjaga nilai dari produk yang ditawarkannya. Selain harga, Mitsubishi turut memaksimalkan layanan purna jual yang justru juga penting untuk konsumen.
"Pricing strategy kemudian beri diskon yang besar-besaran itu bukan strategi utama. Mitsubishi dalam hal ini akan lebih menekankan kepada layanan, maka ada filosofi passion to care bagaimana semangat kami melayani konsumen," bebernya.
Mitsubishi saat ini mengandalkan model-model yang jadi tulang punggung penjualan seperti Xpander, Xpander Cross, Pajero Sport, Xforce, dan yang terbaru Destinator. Irwan bilang banyaknya pilihan varian pada masing-masing model jadi kekuatan tersendiri.
"Kecenderungannya kalau di Mitsubishi itu memang justru varian top (tertinggi) yang lebih banyak demand-nya. Sementara yang varian-varian bawah juga banyak, tetapi terutamanya untuk sektor fleet atau perusahaan buat operasional," katanya.
Kekuatan Mitsubishi terlihat dari peta penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) selama 2025 yang totalnya meraup angka 71.781 unit dan retail atau dari diler ke konsumen langsung mencapai 70.338 unit.
Namun perlu diingat, Mitsubishi juga tak luput dari koreksi periode 2024 ke 2025. Secara wholesales minus 0,6 persen sedangkan penjualan retail minus 5 persen. Ini artinya Mitsubishi relatif stabil dibanding tren nasional yang jauh lebih besar penurunannya.
Mitsubishi bidik penjualan 3.000 unit di IIMS 2026Ada pun, MMKSI menargetkan capaian ambisius selama pameran Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026. Jenama Jepang ini pasang proyeksi 3.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) sepanjang gelaran berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
“Target kami 3.000 SPK di IIMS 2026. Sebanyak 1.000 unit untuk Mitsubishi Xpander dan 800 unit untuk Destinator," ujar Irwan.
Optimisme Mitsubishi bukan tanpa alasan. Hingga hari keempat penyelenggaraan IIMS 2026, perusahaan mengeklaim sudah mengantongi 1.000 SPK. Boleh dikatakan telah tercapai sepertiga dari target total yang dipatok sejak awal.
“Masuk hari keempat penyelenggaraan IIMS 2026, kita sudah mengumpulkan 1.000 SPK, paling banyak dari Xpander,” imbuhnya.
Capaian tersebut menunjukkan respons positif konsumen terhadap lini produk Mitsubishi, khususnya di segmen MPV dan SUV yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan mereka di Indonesia. Xpander tetap menjadi favorit keluarga Indonesia, sementara Destinator mulai menunjukkan potensi sebagai model baru yang kompetitif.
Selain mengandalkan model reguler, Mitsubishi juga memanfaatkan momentum perayaan 55 tahun kehadirannya di Indonesia dengan menghadirkan Destinator dan Xforce edisi spesial di sana. Keduanya dijual secara terbatas.
“Hanya Destinator dan X-Force yang dibuat Anniversary Edition. Sebenarnya tidak ada alasan khusus, tapi keduanya merupakan produk terakhir yang kami luncurkan, X-Force di 2023 dan Destinator di 2025. Keduanya juga merupakan world premiere, di mana Indonesia menjadi negara pertama,” timpal President Director PT MMKSI, Atsushi Kurita.
Kehadiran edisi khusus ini sebagai salah satu upaya meningkatkan daya tarik di booth Mitsubishi, sekaligus memberi nilai tambah bagi konsumen yang ingin memiliki model dengan sentuhan ornamen eksklusif.
Lebih dari itu, Mitsubishi Destinator dan Xforce edisi spesial ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap loyalitas konsumen, sekaligus penegasan komitmen Mitsubishi untuk terus relevan di tengah perubahan industri otomotif.





