GenPI.co - Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang mahasiswa di Surabaya kedapatan mencuri handphone (hp) milik orang lain.
Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram Kapolrestabes Surabaya @luthfie.daily viral, seorang mahasiswi terlihat menangis di depan di depannya karena ketahuan mencuri.
“Nggak ada uang,” kata sang mahasiswi saat ditanya alasan nekat mencuri.
Dalam pertemuan dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, korban pemilik ponsel turut dihadirkan.
Alih-alih marah, korban memilih memaafkan dan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
“Iya, diselesaikan secara kekeluargaan saja, Pak,” tutur korban.
Mahasiswi tersebut langsung menangis dan memohon ampun sambil memeluk ibunya.
Mahasiswi itu bercerita bertahan hidup hanya dengan uang saku Rp 200.000 per bulan.
“Rp 200.000 per bulan cukup emang? Masaknya gimana?” tanya Kapolrestabes.
“Masak nasi lauknya telur dadar sama mi,” jawab sang mahasiswi.
Ibunya diketahui ibu rumah tangga, sementara sang ayah bekerja sebagai buruh tani.
Ironisnya, di tengah kondisi ekonominya yang sulit, mahasiswi ini justru berprestasi secara akademik dengan IPK mencapai 3,85.
“IPK 3,85 itu luar biasa,” puji Luthfie.
Kapolrestabes menunjukkan empati dengan memberikan bantuan uang untuk biaya indekos dan kebutuhan hidup lain untuk mahasiswi tersebut.
“Berjanji ya, tidak mengulangi lagi. Nanti saya bantu biaya indekos dan kebutuhan lainnya,” tegas Luthfie.(*)
Video heboh hari ini:





