Sekolah Terdampak Banjir di Sumatra Mulai Dibersihkan, Siswa yang Belajar di Tenda Darurat Menurun

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan jumlah sekolah yang melaksanakan pembelajaran di tenda darurat di wilayah terdampak banjir di Sumatra terus menurun dalam dua pekan terakhir. Upaya pembersihan gedung sekolah yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil signifikan.

Per 26 Januari 2026, tercatat sebanyak 129 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, masih melaksanakan kegiatan pembelajaran di tenda darurat. Namun, per 11 Februari, jumlah tersebut turun menjadi 99 sekolah.

Secara lebih rinci, dari 99 sekolah tersebut, 52 di antaranya berlokasi di Aceh, 21 di Sumatra Utara, dan 26 di Sumatra Barat.

“Kami sampaikan informasi bahwa belajar di tenda, atau kelas darurat, per 26 Januari 2026 tercatat sebanyak 129 sekolah. Namun, saat ini tersisa 99 (sekolah),” ujar Abdul dalam konferensi pers, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia mengatakan penurunan tersebut terjadi karena pemerintah terus mengebut pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Alhasil, sekolah yang sebelumnya terpaksa melaksanakan pembelajaran di tenda darurat kini dapat kembali menggunakan bangunannya masing-masing.

Abdul menambahkan, percepatan pembersihan juga menurunkan jumlah sekolah yang melaksanakan pembelajaran dengan menumpang di bangunan sekolah lain. Per 11 Februari, jumlah sekolah yang masih menumpang tercatat sebanyak 22 sekolah, turun dari 27 sekolah pada akhir Januari lalu.

“Saat ini memang tersisa 22 sekolah karena proses pembersihan (sekolah) sudah selesai,” kata dia.

Meski sebagian sekolah sempat melakukan pembelajaran darurat, ia memastikan proses pembelajaran tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti bagi para siswa.

Menurut data kementerian, bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut berdampak terhadap 4.863 sekolah di tiga provinsi, dengan rincian 3.073 sekolah di Aceh, 622 di Sumatra Barat, dan 1.168 di Sumatra Utara. Namun, dua bulan setelah bencana, proses pembelajaran secara umum telah kembali pulih.

“Kegiatan pembelajaran sudah berlangsung 100 persen,” tandasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG: 10 Provinsi Siaga Hujan Lebat Hari Ini, Cek Daftar Wilayah Waspada
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Seskab: Jelang Ramadan, Presiden Prabowo Ingin Harga Kebutuhan Pokok di Daerah Bencana Terjangkau
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Rakorenwas 2026, Menhut Tegaskan Presiden Prabowo Setuju Penambahan Polhut
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Gus Yaqut Ajukan Praperadilan, KPK Hormati Hak Hukum Tersangka
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Halte Mangkrak di Lingkar Selatan Cilegon Disorot, Pemkot Rencanakan Jadi Pos Pengamanan Lalu Lintas
• 5 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.