Sebanyak 188 pengurus dan pengawas dari 89 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) penguatan usaha yang digelar Dinas Koperasi dan UKM DIY, Selasa (10/2).
Bimtek tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari. Sejumlah materi yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi kesadaran berkoperasi dan kewirausahaan, manajemen pengelolaan koperasi, akses permodalan, channeling simpan pinjam, pemasaran dan pengembangan usaha, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi sistem keuangan koperasi.
Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong kemandirian koperasi desa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Dalam Pasal 5 UU tersebut, koperasi berlandaskan tujuh prinsip, yakni keanggotaan bersifat terbuka, pengelolaan demokratis, pembagian sisa hasil usaha secara adil, pemberian balas jasa terhadap modal, kemandirian, pendidikan perkoperasian, serta kerja sama antarkoperasi.
Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menyampaikan bahwa salah satu skema yang disiapkan dalam pendampingan koperasi desa adalah pemanfaatan solusi channeling simpan pinjam.
“Solusi Channeling dapat menjadi jalan keluar bagi KDKMP untuk memenuhi biaya rutin seperti Biaya BTK Gaji Pengurus dan Pengelola serta Biaya Over Head Cost (OHC) yang meliputi biaya rutin yaitu tagihan Listrik dan PDAM, internet dan lainnya. Hitung-hitungan dan pendapatan yang dihasilkan juga jelas,” ujar Frans Meroga, Selasa (10/2).
Frans yang juga menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menambahkan, “Selain itu Program Collab Coop juga dapat menjadi andalan KDKMP untuk mencetak Sisa Hasil Usaha (SHU) adalah menjadi supplier dapur MBG dengan support modal dari KSP Nasari, keuntungan pengeloaan gerai sembako dan realisasi pinjaman pelopor entrepreneur koperasi”.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KSP Nasari dengan KDKMP Sinduadi, Sleman. KDKMP Sinduadi selama ini ditetapkan sebagai salah satu koperasi percontohan nasional Koperasi Desa Merah Putih.
Program kolaborasi dengan KSP Nasari juga telah dimasukkan dalam rencana kerja KDKMP Sinduadi tahun 2026 dan disahkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar pada Sabtu (7/2/2026).
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY, Setyo Hastuti, mengatakan Bimtek ini bertujuan untuk mempercepat operasional gerai KDKMP.
“Melalui Bimtek ini, maka diharapkan KDKMP harus mandiri dan tidak pasif dalam menjalankan operasional gerai,” tutur Hastuti.
“Dengan dukungan KSP Nasari sebagai kakak asuh maka seharusnya dapat mempercepat pengembangan dan kemandirian KDKMP,” pungkas Hastuti.





